
Jakarta - Rusia membantah terlibat dalam serangan udara mematikan di sebuah sekolah Suriah dan menolak penyelidikan yang dipimpin PBB.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menuntut penyelidikan segera atas serangan Rabu kemarin di sekolah di wilayah yang dikuasai pemberontak.
Militer Rusia turun tangan di Suriah pada bulan September 2015 dan membantah memiliki peran dalam serangan udara di sekolah yang menewaskan 22 siswa dan enam guru.
"Federasi Rusia tidak ada hubungannya dengan tragedi yang mengerikan ini," kata juru bicara kementerian luar negeri Maria Zakharova dilansir AFP, Jumat, (28/10/2016)
Zakharova mengatakan klaim dan pesawat-pesawat tempur Suriah telah melakukan serangan itu adalah "bohong". Kementerian pertahanan Rusia juga membantah terlibat dalma serangan ini.
"Pada hari Rabu, 26 Oktober tidak satu pun pesawat perang Rusia memasuki daerah itu," kata juru bicara Igor Konashenkov.
Dia mengatakan foto-foto yang diambil oleh pesawat tak berawak Rusia menunjukkan atap sekolah yang dilaporkan dalam serangan menunjukkan tidak ada kerusakan dan tidak ada kawah yang disebabkan bom di daerah itu.
Menurut Observatorium Suriah, pesawat tempur Rusia atau Suriah telah melakukan enam serangan di desa provinsi Idlib, termasuk di kompleks sekolah.
sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault tidak yakin dengan bantahan Rusia.
"Siapa yang bertanggung jawab? Dalam hal apapun itu bukan oposisi Suriah. Untuk membom Anda harus memiliki pesawat. “kata Ayrault di Paris.
Provinsi Idlib ini dikendalikan oleh aliansi kelompok pemberontak yang secara teratur dibom oleh pesawat-pesawat tempur Suriah dan Rusia, tetapi serangan udara telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menurut Observatorium.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU