
Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam AS karena gagal memenuhi komitmennya untuk penyelesaian konflik Suriah.
"Sangat sulit bagi kita untuk berkomunikasi dengan pemerintahan AS saat ini untuk mengimplementasikan ada perjanjian termasuk di Suriah," kata Putin ada sidang Valdai Diskusi Club dilansir Reuters, Jumat, (28/10/2016). "Tapi kami siap untuk berbicara dengan presiden baru dalam mencari solusi untuk masalah yang rumit."
Dalam menanggapi peran yang dituduhkan dalam kampanye presiden AS, Putin mengatakan Moskow "agak acuh tak acuh" siapa yang akan memenangkan pemilu, tetapi menyambut niat apapun untuk menormalkan hubungan bilateral antar kedua negara.
Putin juga membantah laporan Gedung Putih AS, Donald Trump adalah kandidat favorit Kremlin untuk presiden. "Ini adalah omong kosong," katanya. "Perilakunya adalah boros ... tapi dia mewakili kepentingan sebagian besar rata-rata orang Amerika."
Hubungan antara kedua negara “mendingin” sejak krisis Ukraina pada awal 2014, ketika Washington memberi sanksi terhadap Moskow karena perannya dalam konflik di Ukraina timur dan pengambilalihan semenanjung Crimea.
Moskow mengatakan baru-baru ini sedang mempersiapkan baik tindakan "simetris dan asimetris" terhadap kemungkinan sanksi baru dari AS.
Upaya bersama dari kedua belah pihak untuk mempromosikan penyelesaian krisis politik di Suriah sia-sia dengan masing-masing pihak saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata pada bulan September.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU