
Jakarta - Presiden Suriah Bashar Al-Assad pada hari Kamis memperpanjang amnesti selama tiga bulan lagi untuk pemberontak melucuti senjata dan menyerahkan diri.
Kantor berita negara SANA, dilansir Xinhua, Jumat, (28/10/2016),melaporkan perpanjangan pengampunan pertama diterbitkan Juli lalu, menawarkan lebih banyak waktu untuk pemberontak untuk menghapus "catatan kriminal" mereka dengan meletakkan senjata dan menyerah kepada pemerintah Suriah.
Amnesti juga menawarkan kesempatan bagi para penculik untuk membersihkan catatan mereka dengan melepaskan tawanan terluka dan tanpa uang tebusan.
Pemerintah kembali menyerukan baru-baru ini untuk pemberontak menyerah di kota utara Aleppo, di mana tentara Suriah dan Rusia menyatakan sepihak gencatan senjata sebelumnya atau berangkat ke daerah yang dikuasai pemberontak lainnya di pedesaan utara Aleppo atau Idlib.
Hanya tujuh pemberontak mengambil keuntungan dari gencatan senjata singkat dan meninggalkan Aleppo timur, sebagian besarnya menolak.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU