
Jakarta - Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan 15.800 orang menjadi pengungsi di Irak sejak 17 Oktober akibat operasi militer yang berlangsung di Mosul.
"Jumlah orang yang kehilangan tempat tinggal diperkirakan terus turun-naik sementara garis pertempuran bergerak," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric di Markas Besar PBB, New York dilansir Xinhua, Jumat, (28/10/2016).
Sebagian keluarga yang kehilangan tempat tinggal memilih kembali ke rumah mereka, segera setelah keadaan di desa atau kota tempat tinggal mereka memungkinkan." "Mitra kemanusiaan terus menyediakan bantuan buat keluarga di daerah tempat mereka mengungsi, serta di kota kecil dan desa di sekitar Mosul," kata juru bicara tersebut.
Pasukan keamanan Irak merebut kembali lebih banyak desa pada Selasa pekan lalu (18/10) dari petempur ISIS, sebagai bagian dari serangan besar yang ditujukan untuk membebaskan Kota Mosul, kubu utama terakhir ISIS di Irak.
Mosul, sekitar 400 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, telah berada dalam kekuasaan ISIS sejak Juni 2014, ketika pasukan keamanan Irak meninggalkan senjata mereka dan menyelamatkan diri. Tindakan pasukan keamanan Irak itu memungkinkan anggota ISIS menguasai beberapa wilayah Irak Utara dan Barat.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU