
Jakarta - Turki terus melakukan tindakan keras terhadap lawan pemerintah menyusul upaya kudeta gagal pada bulan Juli lalu.
Berdasarkan keputusan legislatif yang diterbitkan Sabtu, otoritas Turki memberhentikan lebih dari 10.000 pegawai negeri terkait dugaan hubungan mereka dengan gerakan yang berafiliasi dengan ulama Fethullah Gulen.
Kantor berita Anadolu dilansir CNN, Senin, (31/10/2016), keputusan baru itu membuat lebih mudah memecat pejabat publik yang diyakini merupakan anggota organisasi teroris atau kelompok yang terlibat dalam kegiatan melawan keamanan nasional negara.
Selain memecat pejabat publik, otoritas turki juga menutup 15 perusahaan media yang dituduh memiliki ikatan dengan Partai Pekerja Kurdistan atau PKK, yang telah berjuang melawan negara Turki selama 30 tahun.
Pada hari Selasa, pihak berwenang juga menahan dua walikota terpilih di tenggara kota yang didominasi Kurdi. Penahanan dilakukan atas dugaan keterlibatan keduanya dalam PKK.
Konsulat AS di Istanbul memerintahkan semua anggota keluarga sipil staf konsulat untuk meninggalkan Turki pada hari Sabtu. Langkah ini mengikuti peringatan perjalanan dari Departemen Luar Negeri.
"Departemen Luar Negeri membuat keputusan ini berdasarkan informasi keamanan yang menunjukkan kelompok-kelompok ekstremis terus upaya agresif untuk menyerang warga AS di Istanbul, " kata peringatan itu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU