
Jakarta – Mantan Bankir Inggris Rurik Jutting menderita gangguan narsis dan sadisme seksual ketika dia membunuh dua wanita Indonesia Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasi di Hong Kong.
Hal ini terungkap oleh keterangan ahli pada sidang lanjutan yang dilangsungkan di Pengadilan Tinggi Hong Kong, Senin.
Dr Richard Latham mengatakan Rurik kecanduan kokain dan alkohol yang menghasilkan campuran mematikan antara gangguan kepribadian narsistik dan sadisme seksual pada tahun 2014.
Dr Latham menambahkan pada saat pembunuhan, dia mendiagnosis adanya gangguan mental yang menyebabkan dia tidak mampu mengontrol perilakunya. “Saya tidak mengatakan dia tidak memiliki kontrol tetapi kemampuannya untuk mengendalikan perilakunya secara substansial terganggu. "katanya dilansir mirror.co.uk, Senin, (31/10/2016).
Dia mengatakan gangguan kepribadian narsistik mengurangi kemampuannya untuk mengendalikan diri dan kemampuan berempati dengan orang lain. “Pada saat Rurik membunuh kedua korban ia berada di tengah-tengah "breakdown", kata Dr Latham.
Gangguan kepribadian narsistik nya (NPD) datang ketika mengaku ia gagal mendapatkan gelar pertama di hukum di Cambridge karena tutornya tidak mengerti cukup baik dirinya. Dr Latham mengatakan mereka yang menderita NPD sangat sensitif terhadap setiap saran yang dipikirnya tidak brilian menurutnya dan menunjukkan respon dramatis terhadap stres.
Rurik pertama kali meminta bantuan profesional pada tahun 2003. “Pada saat ia meminta bantuan ahli lain pada tahun 2012, Rurik berada dalam keputusasaan", kata Dr Latham.
Dia minum rata-rata dua botol anggur sehari, menggunakan kokain dan menghabiskan waktu tiga hari dengan wanita tunasusila di London.
Rurik tiba di Hong Kong pada tahun 2013 dan bekerja di Bank of America Merrill Lynch. Namun kehidupannya larut dalam kehidupan minuman, obat-obatan dan pekerja seks. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian di apartemen lantai 31 nya, menonton TV bermain game komputer sambil menenggak minuman keras
“Segera setelah kembali dari pernikahan di London pada Maret 2014 ia semakin “hilang” ", kata Dr Latham. Rurik keluar dari pekerjaannya setelah membunuh salah satu korbannya.
Dr Latham menepis setiap gagasan Jutting menderita penyakit seperti skizofrenia pada saat pembunuhan. "Hal ini lebih mungkin terkait dengan penggunaan narkoba, kurangnya tidur dan stres yang dia rasakan pada saat itu.” Katanya.
" Tindakan terjadi saat dia dalam kondisi mental yang rentan, dan dia mulai percaya hal-hal yang tidak benar”.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU