
Jakarta - Polisi India menembak mati delapan militan yang diduga terkait dengan Students Islamic Movement of India (SIMI) yang dilarang di India beberapa jam setelah mereka melarikan diri dari sebuah penjara di ibukota Madhya Pradesh Bhopal.
"Para militan bersembunyi di pinggiran Bhopal setelah mereka melarikan diri dari Penjara Bhopal dini hari tadi. Meskipun mereka tidak punya senjata, para militan tewas oleh polisi setelah mereka menyerang polisi dan berusaha melarikan diri," kata Menteri Dalam Negeri Bhupendra Singh dilansir Xinhua, Selasa, (1/11/2016).
"Polisi awalnya mencoba untuk melukai mereka, namun akhirnya dibiarkan tanpa pilihan lain selain melumpuhkan mereka karena mereka tidak siap untuk menyerah. Dua polisi juga menderita luka-luka," kata pejabat itu.
Para militan berhasil meloloskan diri dari Penjara Bhopal Central sekitar 02:00 waktu setempat. Delapan militan itu membunuh penjaga penjara dengan pisau dan menggunakan selimut menaiki dinding penjara dan melarikan diri.
Pemerintah negara bagian telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut . "Akan ada penyelidikan atas penyimpangan," kata Menteri Dalam Negeri.
Ini bukan pertama kalinya para militan berhasil melarikan diri dari penjara. Pada tahun 2013, sekitar tujuh militan memecah dinding kamar kecil dan melarikan diri dari Penjara Khandwa, sekitar 280 km dari Bhopal.
Organisasi SIMI dilarang pada tahun 2001. India mengatakan organisasi memiliki hubungan dengan kelompok militan Islam. Pemerintah juga menyalahkan kelompok militan atas ledakan yang terjadi di Mumbai pada tahun 2003 di mana setidaknya 50 orang tewas, namun dibantah oleh SIMI.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU