Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Polisi Bersihkan Kamp Migran Paris Setelah Calais Dikosongkan

Internasional
01 Nov 2016
Polisi Bersihkan Kamp Migran Paris Setelah Calais Dikosongkan

 

Jakarta - Polisi anti huru-hara Prancis membersihkan sebuah kamp migran darurat di bagian timur laut Paris yang memicu perlawanan sesaat di lokasi yang jumlah penghuninya meningkat sejak ditutupnya lokasi pengungsian di Calais.

 

Operasi itu, yang berupa pemeriksaan identitas terhadap sekitar 2.500 migran yang tidur di sekitar kanal dan jembatan rel kereta api dekat stasiun kereta bawah tanah Stalingrad di Paris, dilaksanakan saat meningkatnya tekanan terhadap pemerintah untuk menutup lokasi pengungsian.

 

Ketegangan meningkat dengan adanya spekulasi bahwa aparat akan bergerak untuk mengevakuasi dan menutup kamp itu beberapa hari mendatang, dengan adanya tuntutan dari pihak berwenang Paris.

 

Alat berat dikerahkan untuk membersihkan sebagian kecil kamp itu, sejumlah tenda, matras, selimut dan sejumlah barang bawaan milik para migran, yang sebagian besar berasal dari sejumlah negara yang sedang dilanda perang seperti Afghanistan.

 

Para migran berteriak kepada aparat saat alat itu mulai menyingkirkan puing-puing dan sampah. Sebagian besar kamp itu sendiri tetap dibiarkan. Seorang aparat menggunakan semprotan gas air mata kepada seorang migran.

 

Setelah beberapa jam, aparat memperbolehkan para migran untuk kembali setelah petugas kebersihan melakukan tugasnya.

 

Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Menteri Dalam negeri Bernard Cazeneuve, Wali Kota Paris Anne Hidalgo meminta kamp itu untuk segera ditutup atas dasar kemanusiaan dan kebersihan.

 

Para pejabat balai kota mengatakan bahwa jumlah mereka yang bermalam di lokasi itu mningkat sekitar sepertiganya sejak evakuasi minggu lalu di sebuah kamp pengungsi "Hutan" di Calais, dimana lebih dari 6.000 orang tinggal, sebagian besar di antaranya berharap untuk dapat mencapai Inggris.

 

Tak dapat kembali Kamp Calais, lokasi petugas dari kelompok penghancur telah selesai menyingkirkan gubuk-gubuk dan tenda yang tak berpenghuni pada Senin, menjadi simbol usaha Eropa untuk menangani jumlah migran yang sangat banyak, yang melarikan diri dari konflik-konflik yang ada di beberapa negara mulai dari Afghanistan hingga Sudan.

 

Presiden Francois Hollande, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar La Voix De Nord berjanji kepada penduduk Calais bahwa para migran tidak akan kembali.

 

"Saya memastikan kepada mereka bahwa wilayah itu tidak akan dihuni kembali. Telah dievakuasi, itu akan diamankan. Tidak ada seorang pun yang akan kembali," ujarnya.

 

Hollande mengulang tuntutannya kepada inggris untuk mengemban tanggung jawabnya terhadap sekitar 1.500 orang anak di bawah umur yang tinggal di sejumlah kontainer yang dimodifikasi di Calais sejak pembersihan dilakukan.

 

Inggris diwajibkan di bawah ketentuan Uni Eropa untuk menerima mereka yang masih di bawah umur dengan ikatan keluarga yang telah diverifikasi.

 

Hollande mengatakan bahwa mereka akan dibawa ke sejumlah lokasi tertentu dimana petugas dari Inggris akan memeriksa permintaan mereka untuk memasuki Inggris.

 

Dia mengatakan bahwa para anak di bawah umur yang tidak menuju Inggris akan ditampung oleh Prancis, menambahkan bahwa dalam beberapa hari tidak akan ada lagi anak-anak asing di bawah umur di Calais.

 

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa diskusi dengan Inggris masih berlanjut.

 

Sisa dari sekitar 6.000 orang penduduk "Hutan" itu telah dipindahkan ke sejumlah lokasi di penjuru Prancis, masih menunggu pemeriksaan pengajuan suaka mereka.

 

Cazeneuve mengatakan sekitar 85 persen dari seluruh migran yang berasal dari Calais itu diperkirakan akan mendapatkan status sebagai pengungsi.

 

Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X