
Jakarta - Otoritas Perancis mulai mentransfer sekitar 1.500 anak migran di bawah umur ke pusat-pusat penerimaan di seluruh negeri, Selasa.
Anak - anak di bawah umur telah ditempatkan sementara di kontainer yang dimodifikasi di Calais.
Tim pembongkaran selesai membongkar gubuk-gubuk kosong dan tenda di kota pantai utara pada hari Senin setelah mengevakuasi ribuan migran dari "Jungle" kamp di mana lebih dari 6.000 orang tinggal, sebagian besar berharap dapat melintasi selat Channel keInggris .
London dan Paris tegang dalam beberapa hari terakhir setelah Presiden Francois Hollande mendesak Perdana Menteri Inggris Theresa May bertanggung jawab atas anak imigran di bawah umur. Inggris di bawah aturan Uni Eropa wajib untuk mengambil di bawah umur dengan ikatan keluarga yang diverifikasi
"Anak di bawah umur akan diantar bus ke pusat-pusat penerimaan anak di bawah umur di Perancis sepanjang hari," kata Stephane Duval yang mengepalai tempat penampungan kontainer dalam kamp, dilansir Reuters, Rabu, (2/11/2016). "Tidak akan ada keberangkatan ke Inggris untuk saat ini. Aplikasi mereka akan dipelajari pada tahap berikutnya."
Evakuasi akan memakan waktu beberapa hari. "Ini tentang 1.500 anak di bawah umur yang akan pergi ke pusat-pusat penerimaan, di mana mereka akan bertemu personil dari Home Office (Kementerian Dalam Negeri Inggris)," kata salah seorang pejabat.
Hollande mengatakan pada hari Senin bahwa anak di bawah umur yang tidak berangkat ke Inggris akan diurus oleh negara Prancis. Dia menambahkan dalam beberapa hari tidak akan ada lagi anak-anak di bawah umur di Calais.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU