
Jakarta - Irak tidak berencana menemani penasehat militer AS masuk dalam kota Mosul setidaknya untuk saat ini, demikian juru bicara militer AS mengatakan pada hari Kamis.
Pasukan AS telah menyertai dan menasihati pasukan Irak dalam pertempuran di pinggiran Mosul sejak Baghdad melancarkan serangannya ke arah kota itu dua pekan lalu.
Kampanye militer ini diprediksi menjadi lebih rumit mengingat risiko terhadap sekitar 1,5 juta warga sipil masih di kota Mosul. Serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan koalisi pimpinan AS akan perlu hati-hati menghindari korban warga sipil.
Kolonel Angkatan Udara John Dorrian, juru bicara AS yang berbasis di Baghdad untuk koalisi mengatakan, Irak tidak ada rencana memanggil penasihat AS ke dalam kota itu.
"Tidak ada rencana untuk pasukan koalisi masuk ke sana. Dan Irak mengatakan, itu hanya akan menjadi kekuatan mereka," kata Dorrian, dilansir Reuters, Jumat, (4/11/2016). Namun, menambahkan bahwa rencana Irak itu bisa berubah.
"Saya telah melakukan urusan publik untuk waktu yang sangat lama. Dan saya tidak suka menggunakan kata tidak pernah," katanya.
Jatuhnya kota Mosul akan menandakan kekalahan penting untuk ISIS di Irak tetapi juga dapat menyebabkan perampasan tanah dan pertumpahan darah sektarian. ISIS juga diprediksi dapat berubah menjadi pemberontak setelah kehilangan wilayah utamanya di Irak.
Sebelumnya, pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi mengatakan kepada para pengikutnya, tidak ada kata mundur melawan pasukan koalisi.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU