
Jakarta - PBB mengatakan sedang menyelidiki insiden di mana lebih dari 30 warga sipil tewas dalam serangan udara AS yang ditujukan kepada gerilyawan Taliban di Afghanistan utara pada hari Kamis.
Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengatakan, sedikitnya 32 orang tewas dan 19 terluka yang sebagian besar perempuan dan anak-anak dalam serangan di Kandahari.
Menurut data PBB, dalam minggu terakhir saja jumlah korban warga sipil berkembang di Afghanistan, di mana 95 orang tewas dan 111 terluka.
"Hilangnya kehidupan sipil tidak dapat diterima dan melemahkan usaha ke arah membangun perdamaian dan stabilitas di Afghanistan," kata Tadamichi Yamamoto, Sekretaris Jenderal Perwakilan Khusus untuk Afghanistan dan kepala UNAMA.
"Ketika melakukan operasi udara, pasukan militer internasional harus mengambil semua langkah yang tepat untuk meminimalkan bahaya sipil, " katanya dikutip Reuters, Senin, (7/11/2016).
Militer AS mengakui pada hari Sabtu, serangan udara mungkin telah menyebabkan korban sipil dan berjanji akan melakukan penyelidikan. Komandan AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, menyatakan penyesalan mendalam atas hilangnya nyawa tak bersalah.
Serangan dilakukan untuk melindungi tim pasukan khusus Afghanistan dan penasihat AS. Tiga tentara Afghanistan dan dua warga Amerika tewas dalam pertempuran itu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU