
Jakarta - Pemerintah Jerman pada Selasa menangkap lima orang yang diduga membantu merekrut anggota dan memberikan bantuan keuangan dan logistik ke ISIS.
Kantor federal kejaksaan mengatakan dalam sebuah pernyataan orang-orang itu ditangkap karena dicurigai mendukung sebuah organisasi teroris. Penangkapan itu dilakukan dalam serangkaian penggerebekan di negara bagian barat Rhine-Westphalia dan negara bagian Lower Saxony.
Menteri kehakiman Heiko Maas, dilansir AFP, Rabu, (9/11/2016), menyebut penangkapan itu sebagai pukulan penting untuk kelompok ekstrimis di Jerman.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengatakan hal itu penting untuk mencegah orang menjadi radikal. “Kami tidak ingin terorisme berlangsung di Jerman," katanya. "Kami tidak ingin terorisme diekspor dari Jerman."
Kantor kejaksaan, yang menangani semua kasus terorisme, mengatakan tersangka tidak diketahui memiliki hubungan dengan tersangka ISIS Jaber Albakr yang bunuh diri di penjara pada bulan Oktober dua hari setelah ditangkap karena dicurigai merencanakan untuk menyerang sebuah bandara Berlin dengan bahan peledak buatan sendiri .
Kelima orang yang ditangkap Selasa diduga merekrut pemuda Muslim di Jerman dan mengumpulkan dana, sekaligus mengirim mereka ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Mereka juga dituduh memberikan dukungan logistik untuk perjalanan.
Salah satu tersangka, warga Irak berusia 32 tahun yang diidentifikasi sebagai Ahmad Abdulaziz Abdullah A. alias Abu Walaa, dituduh sebagai biang keladi dari kelompok ini. Dia secara terbuka mendukung kelompok ISIS dan menghadiri beberapa acara ekstremis .
Dua tersangka lainnya, yang diidentifikasi sebagai warga negara Turki berusia 50 tahun Hasan C dan warga negara Jerman-Serbia Boban S., yang diduga mengajar bahasa Arab dan bertugas untuk merekrut.
Menteri negara bagian North Rhine-Westphalia, Ralf Jaeger, mengatakan profil target tersangka untuk perekrutan hampir selalu sama. "Dia masih muda, laki-laki, dia mengalami kegagalan, dan memiliki masalah tidak merasa diterima oleh masyarakat dan perasaan dikucilkan," kata Jaeger.
Para tersangka akan dibawa ke hadapan hakim hari Selasa dan Rabu, kata kantor kejaksaan.
Pada hari Selasa, pengadilan di Frankfurt menvonis seorang warga negara Jerman 8 tahun penjara karena keterlibatannya dalam keanggotaan kelompok dan kejahatan perang yang dilakukan ISIS. Pria itu diidentifikasi sebagai Abdelkarim E., yang berjuang dengan ISIS di Suriah pada tahun 2013 dan 2014.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU