
Jakarta - Demonstran berbaris di kota-kota di seluruh Amerika Serikat pada Rabu untuk memprotes kemenangan Donald Trump.
Di New York, ribuan demonstran memenuhi jalan-jalan di tengah kota Manhattan. Ratusan lainnya berkumpul di sebuah taman Manhattan dan berteriak "Not my president."
Para pengunjuk rasa melemparkan benda-benda ke arah polisi anti huru hara dan memecahkan kaca jendela di sebuah toko di Oakland, California. Polisi menanggapinya dengan melemparkan iritasi kimia pada demonstran, menurut seorang saksi mata kepada Reuters.
Di pusat kota Chicago, diperkirakan 1.800 orang berkumpul di luar Trump International Hotel dan Tower, dan meneriakkan kalimat "No Trump! No KKK! No racist USA." Polisi Chicago menutup jalan di daerah itu untuk menghambat jalan para demonstran. Tidak ada laporan terjadi penangkapan atau kekerasan di sana.
"Saya hanya benar-benar ketakutan tentang apa yang terjadi di negeri ini," kata Adriana Rizzo di Chicago.
Para pengunjuk rasa mencerca janji kampanye Trump membangun dinding di sepanjang perbatasan dengan Meksiko untuk menjaga imigran memasuki Amerika Serikat secara ilegal.
Ratusan orang juga berkumpul di Philadelphia, Boston dan Portland, Oregon, pada Rabu malam, dan penyelenggara akan merencanakan aksi unjuk rasa di San Francisco, Los Angeles dan Oakland, California.
“Di Austin, ibukota Texas, sekitar 400 orang berbaris melalui jalan-jalan,” kata polisi.
Seorang wakil dari kampanye Trump tidak segera merespon permintaan komentar atas protes tersebut. Trump mengatakan dalam pidato kemenangannya ia akan menjadi presiden untuk semua orang Amerika dan mengatakan, “ Ini saatnya bagi kita bersama sebagai satu bangsa bersatu"
Sebelumnya pada hari Rabu, sekitar 1.500 siswa dan guru berunjuk rasa di halaman Berkeley High School, di kota San Francisco Bay Area sebelum bergerak menuju kampus Universitas California, Berkeley. Ratusan sekolah tinggi dan mahasiswa juga protes di Seattle, Phoenix, Los Angeles dan tiga kota lainnya di Bay Area - Oakland, Richmond dan El Cerrito.
Sekelompok orang yang didominasi etnis latin berjalan keluar dari kelas pada hari Rabu pagi di Los Angeles dan berbaris dari Balai Kota, di mana mereka menggelar unjuk rasa singkat.
Mereka bernyanyi dalam bahasa Spanyol, "The people united will never be defeated," the group held signs with slogans such as "Not Supporting Racism, Not My President" and "Immigrants Make America Great."
Banyak dari orang tua siswa memasuki Amerika Serikat dengan a ilegal, pejabat sekolah mengatakan mereka takut deportasi di bawah pemerintahan Trump.
"Seorang anak tidak harus hidup dalam ketakutan bahwa mereka akan dideportasi," kata Stephanie Hipolito, salah satu panitia penyelenggara acara. Dia mengatakan orang tuanya adalah warga negara AS.
Demonstrasi Rabu juga diikuti protes di wilayah San Francisco dan di tempat lain di negara itu dalam menanggapi kemenangan Trump. Demonstran memecahkan jendela toko dan membakar ban Selasa malam di pusat kota Oakland.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU