
Jakarta – Penyelidikan atas kematian mantan Presiden Palestina Yasser Arafat mengalami kemajuan yang baik.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan penyelidikan kematian Arafat masih berlangsung dan komite penyelidikan Palestina masih bekerja dengan kasus ini dan telah membuat kemajuan yang baik dalam mendekati kebenaran.
Dia menambahkan, "Kami akan terus mencari siapa yang melakukannya dan jika Anda bertanya kepada saya, saya tahu, tetapi kesaksian saya tidak cukup dan komite penyelidikan akan terus dan membuktikan motifnya, kesimpulan akan diumumkan dan Anda akan terkejut dengan pelakunya.”
Arafat meninggal pada 11 November 2004 saat berusia 75 di sebuah rumah sakit di Perancis karena penyakit yang tidak diketahui. Palestina menuduh pihak Israel telah meracuninya. Namun Israel membantah tuduhan itu.
Arafat adalah mantan presiden Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sejak 1969 dan presiden pertama Palestina National Authority (PNA) sejak berdirinya sesuai dengan Oslo Accords interim tahun 1993.
Presiden Abbas juga mengatakan, tahun 2017 adalah tahun untuk mengakhiri pendudukan Israel dengan semua alat yang tersedia dan bersumpah untuk tidak membuat konsesi pada standar nasional Palestina sampai akhir hidupnya.
"Kami telah mengajak untuk mengadakan konferensi perdamaian internasional dan Perancis mengambil inisiatif mengadopsi ide ini bahwa kami berharap mengadakan konferensi sebelum akhir tahun ini," kata Abbas dilansir Reuters, Jumat, (11/11/2016).
Dia menyebutkan konferensi ini mudah-mudahan menempatkan kerangka waktu untuk mengakhiri pendudukan dan menemukan kerja dan mekanisme pemantauan untuk mengabaikan apa yang telah disepakati yang memungkinkan orang-orang kami hidup dalam kebebasan dan martabat."
Pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina telah terhenti sejak April 2014 setelah AS yang mensponsori pembicaraan sembilan bulan tidak mencapai hasil yang nyata.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU