Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Protes Anti-Trump Masih Berlanjut di Hari Kedua

Internasional
11 Nov 2016
Protes Anti-Trump Masih Berlanjut di Hari Kedua

 

Jakarta - Demonstran turun ke jalan di seluruh negeri pada hari kedua untuk memprotes kemenangan presiden Donald Trump dan menyuarakan kekhawatiran kemenangan politik maestro real estate ini  akan “memukul" hak-hak sipil.

 

Di Pantai Timur, protes berlangsung di Washington, Baltimore, Philadelphia dan New York, sementara demonstran West Coast berunjuk rasa di Los Angeles, San Francisco, Oakland, California, dan Portland, Oregon.

 

Puluhan orang di Minneapolis berbaris ke Interstate 94, memblokir lalu lintas di kedua arah selama setidaknya satu jam. Kelompok kecil demonstran  memblokir  lalu lintas di jalan bebas hambatan Los Angeles sebelum polisi membubarkan mereka.

 

Polisi Baltimore melaporkan sekitar 600 orang berbaris melalui pusat kota wilayah Inner Harbor. Mereka duduk dan memblokir jalan. Dua orang ditangkap dalam protes ini, kata polisi..

 

Sementara itu, polisi mendirikan barikade keamanan khusus di Pennsylvania Avenue Hotel  dan Trump Tower di Manhattan. Di ibukota negara, sekitar 100 demonstran berbaris di  Gedung Putih, di mana Trump melakukan pertemuan dengan Presiden Barack Obama pada hari Kamis.

 

Sedikitnya 200 orang berunjuk rasa di sana setelah gelap, banyak dari mereka meneriakkan "No hate! No fear! Immigrants are welcome here!" and carrying signs with such slogans as "Impeach Trump" and "Not my president."

 

"Saya tidak dapat mendukung seseorang yang mendukung begitu banyak kefanatikan dan kebencian." kata Joe Daniels,warga dari pinggiran kota Alexandria, Virginia dilansir Reuters, Jumat, (11/11/2016).

 

Kritikus Trump menyatakan keprihatinan atas retorika kampanye Trumph tentang imigran, Muslim, wanita dan lain-lain yang dikuatirkan dapat memicu gelombang intoleransi terhadap berbagai kelompok minoritas.

 

Unjuk rasa Anti-Trump dilakukan di berbagai kota AS pada Rabu kemarin dengan ribuan demonstran di New York, Seattle, Los Angeles dan Oakland, California. Di Oakland, demonstran  memecahkan jendela, melakukan pembakaran dan bentrok dengan polisi anti huru hara.

 

Seorang wakil kampanye Trump tidak menanggapi permintaan komentar atas protes ini.  Rudy Giuliani, mantan walikota New York City serkaligus pendukung Trumph menyebut para demonstran sebagai sekelompok bayi manja yang menangis dalam sebuah wawancara dengan Fox News. Juru bicara Komite Nasional Partai Republik Sean Spicer dalam wawancara di MSNBC mendesak pengunjuk rasa untuk memberikan Trump kesempatan sebagai presiden AS. 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X