
Jakarta - Pasukan Irak merebut kembali situs kota kuno Asiria dari tangan ISIS.
"Desa-desa Al-Nomaniyah dan Al-Nimrud dan reruntuhan Nimrud telah dikuasai kembali," kata Staf Brigadir Jenderal Saad Ibrahim dari Divisi lapis baja ke-9 dikutip AFP, Senin, (14/11/2016).
Nimrud adalah salah kota kuno di Timur Tengah. Didirikan pada abad 13 SM, Nimrud menjadi ibukota kerajaan Asyur, yang penguasanya membangun istana yang luas dan monumen yang telah menarik perhatian arkeolog selama lebih dari 150 tahun.
Pada April tahun lalu, ISIS memposting sebuah video di internet dimana pejuangnya menghancurkan monumen. ISIS mengatakan monumen kuno berhala melanggar ajaran bentuk ekstrem Islam Sunni, tetapi ISIS masih dijual artefak-artefaknya untuk membiayai operasinya.
Penguasaan kembali Nimrud, disambut baik oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
"Kami berharap dapat berkoordinasi dengan otoritas terkait di Baghdad pada penyediaan dukungan untuk setiap penilaian yang perlu dilakukan situs, setelah daerah tersebut stabil," kata juru bicara UNESCO George Papagiannis.
Sementara itu, pasukan federal dan pejuang Kurdi Peshmerga maju ke Mosul dari timur, selatan dan utara. Elit Counter-Terrorism Services (CTS) angkatan memberikan dorongan serangan ke pinggiran timur Mosul, dengan pertempuran sengit dalam beberapa hari terakhir.
Staf Letnan CTS Kolonel Muntadhar Salem mengatakan pada Minggu, bahwa pasukannya sedang menuju ke wilayah baru di timur. "Tujuan kami hari ini adalah untuk membersihkan ISIS di bagian barat Karkukli," katanya.
Utara dari Karkukli di distrik Arbajiyah, pasukan CTS menghadapi serangan sniper. Di wilayah Al-Samah, CTS, dua anak laki-laki menjadi korban mortir ISIS. Shafiq meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit dan Mohammed menderita luka di kakinya.
Serangan itu merupakan peringatan berbahaya bagi para penduduk yang masih ada di daerah Mosul . AFP melaporkan di tepi Mosul, puluhan warga sipil bisa terlihat berjalan menuju titik pertemuan dimana mereka akan dibawa ke sebuah kamp untuk pengungsi.
Di negara tetangga Suriah, aliansi milisi yang didukung AS Pasukan Demokratik Suriah (SDF) telah pindah ke sekitar 30 kilometer (20 mil) dari Raqa sejak meluncurkan ofensif seminggu yang lalu.
Komandan SDF mengatakan, SDF hampir menyelesaikan tahap pertama dari operasi untuk mengepung dan mengisolasi Raqa sebelum meluncurkan serangan terhadap kota itu sendiri.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU