Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Terkait Penggunaan Senjata Kimia, Suriah Tolak Tuduhan OPCW

Internasional
14 Nov 2016
Terkait Penggunaan Senjata Kimia, Suriah Tolak Tuduhan OPCW

 

Jakarta - Kementerian Luar Negeri Suriah pada  Minggu menolak tuduhan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang mengatakan tentara pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia di Suriah.

 

Sebelumnya pada Jumat lalu, badan eksekutif OPCW  mengatakan  angkatan bersenjata Suriah dan ISIS terlibat dalam penggunaan senjata kimia dan bahan kimia beracun sebagai senjata.  Menyusul keputusan itu, dewan memutuskan bahwa pemeriksaan lebih lanjut dan verifikasi harus dilakukan di Suriah.

 

"Ada tekad yang jelas di masyarakat internasional untuk menahan orang-orang yang telah menggunakan senjata-senjata keji ini " kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson dikutip Xinhua, Senin, (14/11/2016).

 

Namun, keputusan itu ditentang oleh Rusia, China, Sudan dan Iran.

 

Adapun Kementerian Luar Negeri Suriah,  mengutarakan hal itu "bias"  dan menolak tuduhan terhadap penggunaan bahan kimia oleh tentara Suriah. Kementerian  menambahkan untuk hati-hati mempelajari keputusan sebelum memberikan kata akhir tentang melakukan penyelidikan lebih lanjut di situs pemerintah Suriah.

 

Pemerintah Suriah selalu menolak tuduhan tersebut dan  menekankan pihaknya berkomitmen dengan perjanjian konvensi senjata kimia.

 

Sementara itu, Tentara Suriah berulang kali menuduh pemberontak menggunakan gas kimia dengan tuduhan terbaru  ini di daerah yang dikuasai pemerintah di kota utara Aleppo, di mana puluhan orang menderita sesak napas setelah serangan gas dilakukan oleh pemberontak.

 

Radio pro-pemerintah Sham FM mengutip sumber di desa Syiah yang terkepung dari Foa, di provinsi barat laut Idlib, mengatakan para pemberontak menembakkan roket diisi dengan bahan kimia yang meledak di desa dan membuat beberapa orang menderita mati lemas.

 

Namun, senjata kimia diyakini telah digunakan di beberapa daerah di Suriah dalam beberapa tahun terakhir, dengan pemerintah dan pemberontak yang saling menuduh.

 

Sekitar 1.400 orang tewas ketika beberapa daerah yang dikuasai oposisi di pinggiran kota Damaskus dikejutkan oleh roket yang mengandung sarin agen kimia pada 21 Agustus 2013. Juga pada tahun 2013, serangan kimia menghantam kota yang dikuasai pemerintah Khan al-Asal di pedesaan Aleppo, dan beberapa tentara Suriah dan warga sipil tewas atau menderita sesak napas.

 

Pemerintah menuduh pemberontak yang  membantah tuduhan itu.

 

Pada bulan Oktober tahun 2013, pejabat OPCW tiba di Suriah untuk memantau pembongkaran gudang senjata kimia Suriah, setelah Damaskus resmi bergabung dengan Konvensi OPCW.

 

OPCW kemudian mengatakan pemerintah memiliki fasilitas produksi senjata kimia yang bisa dioperasi. Pembongkaran senjata kimia Suriah menurut pemahaman AS-Rusia, tanda pertama dari konsensus antara kedua kekuatan pada konflik Suriah.

 

Sejak itu, laporan serangan gas beracun terus muncul setiap sekali dalam beberapa serangan.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X