
Jakarta - Sebanyak 25 orang tewas dalam bentrokan di negara bagian Rakhine barat Myanmar saat pasukan pemerintah melakukan operasi pembersihan, Senin.
Dikutip Xinhua, Senin, (14/11/2016), puluhan orang bersenjata membakar 130 rumah di desa Mayintaung, Pwintphyuchaung, Gwason dan Dargyizartaung dekat Maungtaw sebelum melarikan diri
Dalam bentrokan di Sabtu lalu di Maungtaw dan Yathedaung, seorang perwira dan seorang tentara dari pasukan keamanan pemerintah tewas dengan beberapa orang lain luka-luka ketika pasukan pemerintah disergap oleh sekitar 60 penyerang bersenjatakan senapan, pisau dan tombak dekat desa Mayintaung.
Baku tembak tersebut enam penyerang tewas.
Sementara itu, dalam operasi dekat desa Pwintphyuchaung, pasukan pemerintah menangkap 36 orang yang diduga menjadi penyerang yang membakar desa. Ketika mendekati desa lain mencari para penyerang, pasukan pemerintah ditembak oleh sekitar 500 orang bersenjata.
Pasukan pemerintah kalah jumlah oleh penyerang sampai dua helikopter angkatan udara menembaki para penyerang dan memaksa mereka mundur.
Dalam insiden lain pada hari yang sama, sebuah konvoi perbatasan pasukan penjaga di Kyikanpyin disergap di Baily Bridge oleh penyerang. Jembatan itu meledak, tanpa ada yang terluka tapi kendaraan rusak. Pasukan pemerintah mengejar para penyerang.
Serangkaian pertempuran, sembilan polisi dan lima tentara tewas dalam serangan oleh orang-orang bersenjata pada 9 Oktober pada tiga pos perbatasan. “Pihak ekstrimis disalahkan karena keterlibatannya dalam serangan dengan dukungan keuangan dari organisasi teroris asing,” kata pihak bewenang.
Jam malam hingga fajar telah dilaksanakan di Maungtaw sejak 10 Oktober.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU