
Jakarta – Gerilyawan sayap kiri kota Yunani, Senin, mengaku bertanggung jawab atas serangan granat tangan di Kedutaan Besar Prancis di Athena pekan lalu yang melukai seorang penjaga.
Para penyerang yang mengendarai sepeda motor melemparkan granat tangan di luar gedung parlemen, salah satu daerah yang paling dijaga ketat di Athena. Serangan itu terjadi kurang dari seminggu sebelum rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama pada 15-16 November.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs Athena Indymedia, gerilyawan ini menggambarkan serangan itu sebagai protes kebijakan luar negeri Prancis dan perlakuan terhadap pengungsi.
Kelompok ini juga telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap markas besar Partai Sosialis di Athena pada 2014 dan serangan terhadap kedutaan Meksiko pada bulan Agustus.
"Tujuan politik Revolutionary Self-defense Group di tiga intervensi jelas menyerang oligarki negara, kediktatoran modal dan penjaga bersenjata," kata kelompok itu dikutip Reuters, Selasa, (15/11/2016).
Polisi Yunani sedang menyelidiki keaslian klaim tersebut, kata seorang pejabat.
Serangan skala kecil pada bisnis, polisi, politisi dan kedutaan sering terjadi di Yunani, yang memiliki sejarah panjang kekerasan politik dan berjuang untuk keluar dari krisis utang yang telah menyebabkan ribuan pengangguran dan pengurangan pendapatan.
Polisi pada Senin melarang pertemuan umum di pusat Athena selama kunjungan Obama, termasuk daerah di mana demonstran biasanya berkumpul untuk demonstrasi.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU