
Jakarta - Memasuki minggu kedua, demonstrasi memprotes kemenangan Donald Trump masih berlangsung pada Senin. Ribuan siswa meneriakkan kata-kata seperti “Not My President" setelah berjalan keluar dari kelas di seluruh negeri.
Los Angeles Unified School District memperkirakan 4.000 mahasiswa keluar dari kelas di seluruh kota memprotes presiden terpilih, yang beretorika saat kampanyenya ingin mendeportasi imigran gelap dan membangun tembok antara Amerika Serikat dan Meksiko.
Para pejabat Sekolah Umum Seattle mengatakan sekitar 5.000 siswa berjalan keluar dari 20 sekolah tinggi dan sekolah menengah pada hari Senin. Angka itu mewakili sekitar 10 persen dari mahasiswa disana, menurut juru bicara sekolah Luke Duecy.
Pihak berwenang di Portland, Oregon, Montgomery County, Maryland, dan San Francisco Bay Area mengatakan ratusan orang muda berbaris protes juga.
Puluhan ribu orang telah berbaris di kota-kota dari New York ke Los Angeles dalam aksi unjuk rasa sejak kemenangan Trump Selasa lalu atas Hillary Clinton. Kendati sebagain besar protes berlangsung damai, namun tak jarang protes berlangsung ricuh. Demonstran di Oakland, California, pekan lalu melemparkan benda-benda ke arah polisi anti huru hara dan memecahkan jendela toko.
Lebih dari 100 orang telah ditangkap hari berikut di Portland, Oregon, kata polisi, Senin. Para pengunjuk rasa di kota itr memblokir lalu lintas dan melemparkan benda-benda ke arah polisi berpakaian anti huru hara yang menanggapinya dengan semprotan merica dan perangkat flash-bang.
Kelompok hak-hak sipil dan polisi memantau kekerasan terhadap minoritas AS sejak kemenangan Trump, mengutip laporan serangan terhadap perempuan berjilbab grafiti rasis dan intimidasi dari anak-anak imigran.
Trump telah menyerukan perdamaian dan persatuan dan mengecam kelompok supremasi kulit putih yang mendukungnya. Dia mengatakan pada hari Minggu ia sangat sedih mendengar tentang penghinaan rasial dan ancaman yang dibuat untuk Afrika-Amerika, Latin dan orang-orang gay oleh beberapa pendukungnya.
"Saya katakan, Hentikan. "kata Trump kepada 60 Minutes CBS, dikutip Reuters, Selasa, (15/11/2016).
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU