
Jakarta - Kesepakatan damai yang direvisi antara pemerintah Kolombia dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia mencapai tahap final, Selasa.
Kepala Negosiator Pemerintah Humberto de la Calle mengatakan kesepakatan baru untuk mengakhiri 52 tahun perang dengan kelompok Marxis FARC adalah yang terbaik dan paling lengkap.
"Ini adalah kesepakatan final dan itu kesepakatan definitif," katanya dilansir Reuters, Rabu, (16/11/2016).
“Keputusan tentang bagaimana kesepakatan baru akan disetujui akan datang setelah pertemuan dengan anggota DPRD, yang diharapkan segera,” kata Menteri Dalam Negeri Juan Fernando Cristo. Hukum tidak memerlukan Presiden Juan Manuel Santos untuk mengadakanreferendum baru, sehingga dia bisa mencoba untuk meratifikasinya melalui Kongres.
Dokumen 310 halaman ini sangat teknis dan membuat modifikasi kecil untuk teks asli, seperti mengklarifikasi hak milik pribadi dan merinci lebih lengkap bagaimana pemberontak secara terbatas di daerah pedesaan untuk kejahatan yang dilakukan selama perang.
Pemerintah mengatakan mempelajari telah 500 atau lebih proposal dari pihak oposisi, pemimpin agama dan lain-lain untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 220.000.
Perjanjian baru ini tidak akan memenjarakan pemberontak, tetapi mereka akan mengakui kejahatan perang terbatas untuk daerah pedesaan tertentu dalam rentang waktu lima dan delapan tahun. Para pemberontak masih akan dapat memegang jabatan.
Mantan Presiden Alvaro Uribe, yang mempelopori oposisi terhadap kesepakatan asli, kemungkinan menentang versi terbaru dan ingin perubahan yang lebih dalam. Dia tidak berkomentar sejauh ini tentang kesepakatan itu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU