
Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengecam "kemunafikan" Barat yang menutup perbatasan untuk eksodus pengungsi dengan mengatakan akan menyambut dan menerimanya ke Filipina.
Dalam sebuah film dokumenter singkat yang disiarkan oleh Al Jazeera, Kamis, Duterte mengecam kritik tentang perang mematikannya terhadap pengedar obat-obatan terlarang.
Dia menuduh Washington menerapkan standar ganda dan mengatakan hak asasi manusia Filipina berada di liga yang sama seperti Amerika Serikat, di mana "kefanatikan sangat hidup" dan polisi membunuh orang yang tidak bersalah, tidak obat bius.
Dalam wawancara penuh dengan umpatan, mantan walikota berusia 71 tahun ini berbicara hangat dari Beijing sampai Moskow dan menggambarkan Presiden Cina Xi Jinping sebagai "orang yang sangat sopan" dan Vladimir Putin sebagai orang yang tulus.
Mengomentari eksodus pengungsi yang telah menjangkiti Eropa, Duterte mengatakan negara-negara Barat telah gagal dan Filipina bersedia menerima mereka.
"Mereka selalu bisa datang ke sini dan akan diterima di sini," katanya dilansir kantor berita Reuters, Jumat, (18/11/2016).
"Ini benar semua. Kami akan bertahan. Saya katakan kirimkan kepada kami. Kami akan menerima mereka. Kami akan menerima mereka. Mereka adalah manusia."
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU