
Jakarta - China memberikan perlindungan bagi lebih dari 3.000 orang yang melarikan diri dari Myanmar setelah terjadi pertempuran antara pemerintah dan pihak pemberontak.
Empat kelompok etnis bersenjata telah menyerang pasukan keamanan di utara Myanmar. China yang khawatir dengan pertempuran sebelumnya di sepanjang perbatasan telah menempatkan angkatan bersenjatanya pada siaga tinggi dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri.
Pejabat China mengatakan orang yang terluka di antara 3.000 warga Myanmar telah dibawa ke rumah sakit di provinsi barat daya Yunnan, yang berbagi perbatasan panjang dengan Myanmar.
"Otoritas China merespon dengan cepat dan menangani situasi dengan tepat," kata Pan Xuesong, juru bicara Kedutaan Besar China di Myanmar dilansir Reuters, Selasa, (22/11/2016).
Surat kabar Global Times juga mengatakan gedung pemerintah China di Wanding telah rusak ringan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan setidaknya satu warga Cina cedera dalam insiden itu.
Eskalasi pertempuran datang seiiring disaat pemerintah Myanmar bergulat dengan konflik di barat laut Rakhine yang membuat ratusan Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Sebelumnya pertempuran di sepanjang perbatasan mendorong ribuan orang pergi ke China. China marah tahun lalu ketika lima orang China tewas ketika pertempuran terjadi di wilayahnya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU