Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Turki Berhentikan 15.000 Orang Lagi Dalam Penyelidikan Pasca-kudeta

Internasional
23 Nov 2016
Turki Berhentikan 15.000 Orang Lagi Dalam Penyelidikan Pasca-kudeta

 

Jakarta - Turki memberhentikan hampir 15.000 pegawai negeri, petinggi militer, polisi dan lain-lain serta menutup lebih dari 500 lembaga dan kantor pemberitaan dalam penyelidikan terkait kudeta gagal pada Juli.

 

Lebih dari 110.000 orang dibebastugaskan atau diberhentikan dari badan militer, pegawai negeri, pengadilan dan bidang lain, sementara 36.000 orang ditahan dan menunggu pengadilan sebagai bagian dari penyelidikan terhadap kudeta gagal itu.

 

Ankara menyalahkan pemuka agama, yang tinggal di AS, Fethullah gulen beserta pendukungnya  yang mereka sebut "Organisasi Teror Pengikut Gulen", yang menjadi dalang di balik kudeta itu, saat 240 orang tewas.

 

Gulen yang mengasingkan diri di Pennsylvania sejak 1999 menyangkal terlibat dan mengutuk kudeta itu.

 

Sejalan dengan penyingkiran yang menyasar para tersangka pengikut Gulen, pihak berwenang telah menyingkirkan para politisi dan institusi yang mereka tuduh berkaitan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang melakukan pemberontakan terhadap Turki selama 32 tahun di bagian tenggara.

 

Sekitar 1.988 orang personil angkatan bersenjata Turki, 7.586 orang aparat kepolisian, 403 orang anggota khusus dan lebih dari 5.000 orang dari sejumlah institusi negara diberhentikan dalam aksi penindakan keras Selasa, atas dugaan keterlibatan mereka dengan sejumlah organisasi teroris.

 

Sekutu Barat mereka, terutama yang di Eropa, mengutarakan kekhawatiran terhadap gerakan Presiden Tayyip Erdogan itu, yang bahkan menuntut pembekuan pembicaraan keanggotaan Turki dalam Uni Eropa, sementara pejabat PBB menyebut gerakan itu "kejam" dan "tidak dibenarkan".

 

Erdogan meyangkal kritik demikian, mengatakan bahwa Turki berniat menyingkirkan musuh di dalam dan di luar negeri, dan dapat memberlakukan kembali hukuman mati. Dia menuduh negara Barat berpihak kepada perencana kudeta tersebut dan melindungi teroris.

 

Keputusan itu juga mengumumkan penutupan sekitar 550 lembaga, 18 lembaga derma, dan sembilan kantor pemberitaan. Turki menutup lebih dari 130 kantor pemberitaan sejak Juli.

 

Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X