
Jakarta - Pemberontak pada Rabu mencegah 100 keluarga meninggalkan wilayah yang dikuasai pemberontak di Aleppo Timur.
Para pemberontak di Bustan al-Basha, bagian yang dikuasai pemberontak sebelah timur kota Aleppo, mencegah keluarga berangkat ke wilayah Sheikh Maksoud, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Pemerintah Suriah telah berulang kali menuduh pemberontak mencegah warga sipil meninggalkan Aleppo timur ke daerah-daerah barat yang dikuasai pemerintah.
Namun kantor berita negara SANA dilansir Xinhua, Kamis, (24/11/2016), mengatakan beberapa keluarga berhasil meninggalkan Aleppo timur selama beberapa hari terakhir dan menambahkan bahwa pihak berwenang setempat telah mengurus mereka.
Tentara Suriah menyerukan kepada pemberontak untuk meninggalkan timur Aleppo dan mendesak mereka secara pribadi menyerahkan senjata dan menyerah kepada pasukan pemerintah.
Pesawat Suriah menjatuhkan selebaran pada hari Selasa dan operator seluler mengirim pesan sms ke pemberontak di Aleppo timur, mendesak mereka untuk mengambil keuntungan dari pengampunan presiden jika mereka menyerah.
Salah satu pesan teks bahkan diperpanjang dengan undangan untuk para pemberontak meninggalkan Aleppo timur dan menghadiri pertandingan sepak bola di stadion Hamadaniyeh di Aleppo pada hari Jumat.
Sementara itu, Observatorium mengatakan di pedesaan utara Aleppo, di mana jenis lain dari pertempuran yang terjadi, kelompok pengawas yang berbasis di Inggris ini mengatakan seranganTurki pada sebuah kota yang dikendalikan oleh pemberontak Kurdi meninggalkan banyak warga sipil yang terluka termasuk anak-anak.
Dikatakan serangan Turki mentargetkan desa Sheikh Naser dan Sobrian Qaribatain di pedesaan barat kota Manbej, yang dikendalikan oleh Dewan Militer Manbej Kurdi.
Turki baru-baru ini telah meningkatkan dukungannyakepada Tentara Suriah (FSA) pemberontak yang bertujuan untuk melucuti militant ISIS di kota utama al-Baab di pedesaan utara Aleppo dan untuk mengusir Kurdi yang dipimpin milisi dari kota Manbej di Aleppo utara.
Tujuan utama Ankara adalah memotong jalan sebelum pengaruh tumbuh dari kelompok Kurdi di Suriah utara dengan mendorong FSA untuk mengisi kekosongan dekat perbatasan Suriah-Turki. Turki mendukung FSA dengan serangan udara dan tembakan artileri.
Sementara pemerintah Suriah sibuk memerangi pemberontak di Aleppo timur, intervensi Turki di Suriah dianggap sebagai pendudukan militer yang menuntut respon yang kuat.
Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengusulkan evakuasi kelompok ultra-radikal dari Aleppo timur, sementara kelompok-kelompok pemberontak lainnya dapat mempertahankan pemerintahan lokal di daerah mereka.
Namun, pemerintah Suriah menolak proposal tersebut dan Menteri Luar Negeri Walid al-Moallem menjelaskan pemerintahan Suriah telah mengambil keputusan untuk merebut kembali semua daerah di Aleppo.
Selama berbulan-bulan, pemerintah Suriah dan Rusia telah mendesak pemberontak untuk meninggalkan Aleppo, menawarkan mereka pergi dengan aman ke daerah yang dikuasai pemberontak di provinsi barat laut Idlib. Para pemberontak menolak semua penawaran, yang mengakibatkan kekerasan semakin intensifkan.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU