
Jakarta - 32 jenazah dan sembilan kepala ditemukan dari beberapa kuburan klandestin di negara bagian selatan Meksiko. Jenazah dari 31 pria dan satu wanita ini merupakan korban dari kebrutalan perang antara kartel narkoba.
"Penemuan ini mengerikan," kata juru bicara keamanan negara Guerrero Roberto Alvarez dikutip AFP, JUmat, (25/11/2016). Alvarez mengatakan tidak ada penangkapan yang dilakukan dalam kasus tersebut.
Mayat-mayat itu ditemukan di 17 dari 20 lubang yang digali oleh penyidik. Pihak berwenang telah melaporkan sebelumnya penemuan 19 korban tetapi jumlah jenazah meningkat pada siang hari.
Kartel narkoba telah mengubur korban-korban mereka di kuburan tersembunyi di seluruh negeri selama bertahun-tahun, dan otoritas keamanan secara teratur menemukan sisa-sisa jenazah manusia. Di perbatasan antara negara-negara barat Jalisco dan Michoacan, misalnya, 75 mayat yang digali dari 37 kuburan klandestin antara akhir tahun 2013 dan awal 2014.
Guerrero adalah salah satu negara bagian yang paling keras di negara itu. Guerreros Unidos dan Los Rojos adalah geng narkoba yang terlibat dalam pertempuran brutal untuk mengontrol operasi kriminal yang juga mencakup pemerasan narkoba.
Akhir pekan lalu setidaknya 24 orang tewas di negara bagian Meksiko. Mayat dari sembilan orang, termasuk lima dimutilasi ditemukan di pinggir jalan. Minggu lalu selusin orang diculik di bagian lain dari negara itu.
Guerrero juga dikenal sebagai tempat hilangnya 43 siswa di kota Iguala pada bulan September 2014, kasus yang menarik kemarahan internasional dan tetap belum terpecahkan. Di Meksiko, sekitar 28.000 orang telah dilaporkan hilang sejak tahun 2007 di samping puluhan ribu tewas sehubungan dengan kekerasan narkoba.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU