
Jakarta - Koalisi AS tidak peduli tentang keselamatan warga sipil selama operasi untuk membebaskan kota Mosul, Irak, kata seorang diplomat Rusia, Jumat kemarin.
"Selama operasi anti-teroris, isu keamanan warga sipil harus diperhitungkan, jika tidak korban dari warga sipil akan meningkat," kata Konstantin Dolgov, Komisaris Kementerian Luar Negeri Rusia untuk hak asasi manusia, demokrasi dan supremasi hukum dilansir kantor berita Xinhua, Sabtu, (26/11/2016).
Dia mengatakan akan ada peningkatan kerusakan pada penduduk sipil jika koalisi AS tidak peduli tentang keselamatan mereka.
Pada tanggal 17 Oktober, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan awal serangan untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di negara itu. Terletak sekitar 400 km utara ibukota Irak, Baghdad, Mosul telah berada di bawah kendali ISIS sejak Juni 2014.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU