Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Setengah Juta Anak-anak Suriah Hidup di Mimpi Buruk Tak Berujung

Internasional
28 Nov 2016
Setengah Juta Anak-anak Suriah Hidup di Mimpi Buruk Tak Berujung

 

Jakarta  - Ketika kekerasan terus meningkat di seluruh Suriah, hampir 500.000 anak-anak sekarang tinggal di 16 daerah terkepung di seluruh negeri.

 

Menurut Unicef, jumlah anak yang hidup di bawah pengepungan telah dua kali lipat dalam waktu kurang dari satu tahun dan anak-anak hampir sepenuhnya terputus dari bantuan kemanusiaan berkelanjutan dan pelayanan dasar.

 

"Bagi jutaan manusia di Suriah, kehidupan telah menjadi mimpi buruk tak berujung,  Khususnya untuk ratusan ribu anak yang hidup di bawah pengepungan.  Anak-anak terlalu takut untuk pergi ke sekolah atau bahkan bermain, hidup dengan sedikit makanan dan hampir tidak obat apapun, "kata Anthony Lake, Direktur Eksekutif Unicef dilansir Xinhua, Senin, (28/11/2016).

 

Beberapa komunitas telah menerima sedikit atau tidak ada bantuan dalam hampir dua tahun. Di Aleppo timur , Unicef memperkirakan 100.000 anak-anak hidup di bawah pengepungan.

 

Dengan tidak adanya ruang yang aman, anak-anak beralih ke taman bermain di basement, sekolah dan rumah sakit untuk terus bermain.

 

Di satu daerah terkepung, sebuah kelompok relawan membangun taman bermain dan taman yang menghubungkan serangkaian ruang bawah tanah. Rata-rata, sekitar 200 anak-anak datang ke taman bermain ini setiap hari. Di daerah lain dikepung, sekolah underground memberikan 250 perempuan kesempatan untuk terus belajar.

 

Konflik yang terjadi mendekati enam tahun ini, Unicef memperbaharui seruannya pada semua pihak untuk mengakhiri pengepungan di Suriah dan memungkinkan adanya akses kemanusiaan tanpa syarat dan berkelanjutan untuk semua daerah di seluruh negeri.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X