
Jakarta - Supermarket yang menjual makanan kedaluwarsa untuk amal sepertinya sukses berkembang di Denmark. Pasalnya, supermarket sejenis telah membuka toko kedua di ibukota Denmark.
"Wefood menjual barang-barang yang supermarket biasa tidak bisa lagi menjual karena kadaluarsa, label yang salah atau kemasan rusak," kata DanChurchAid, sebuah organisasi amal yang mengelola Wefood dilansir kantor berita Xinhua, Senin, (28/11/2016)..
Toko Wefood pertama dibuka pada bulan Februari di Kopenhagen dan cepat menjadi popular.
"Produk yang ditemukan di Wefood masih dapat dimakan dan aman dikonsumsi sesuai dengan undang-undang makanan Denmark," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan.
Hukum menjual makanan kadaluarsa di Denmark ditandai dengan jelas dan tidak memiliki risiko kesehatan. Dijual 30-50 persen dari harga pasar, produknya bervariasi dari hari ke hari, tergantung pada sumbangan dari produsen, impor dan ekspor perusahaan dan supermarket lokal.
Menurut DanChurchAid, keuntungan akan digunakan pada kegiatan amal dan diberikan untuk bantuan darurat dan perlindungan sosial, serta mempromosikan proyek produksi agro-ekologi.
Dalam upaya untuk menghentikan limbah makanan, toko serupa juga telah dibuka di Inggris dan Amerika Serikat, sementara Perancis bahkan mengeluarkan peraturan pada bulan Februari melarang supermarket untuk membuang atau menghancurkan makanan yang tidak terjual.
Sepertiga makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia terbuang secara global berjumlah sekitar 1,3 miliar ton per tahun, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU