
Jakarta - Pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok teror lokal di provinsi Filipina selatan Lanao del Sur berkobar dengan korban tewas dari pihak militan mencapai ke 19 orang.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina Brig. Jenderal Restituto Padilla mengatakan 13 tentara pemerintah telah terluka dalam bentrokan baru dengan Grup Maute. "Jumlah korban mungkin masih naik pada akhir operasi ini," katanya dikutip kantor berita Xinhua, (29/11/2016).
Militer mulai mengejar bandit lokal yang berjumlah sekitar 300 setelah mereka menduduki balai kota di butig pada 26 November. Meskipun kelompok teror membawa bendera Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan berjanji kesetiaan mereka kepada kelompok teror itu, Padilla mengatakan tidak berarti bahwa sudah ada kehadiran ISIS di negara ini.
Kelompok Maute adalah kelompok militan yang terdiri dari para mantan pemberontak Front Pembebasan Islam Moro dan pejuang asing yang dipimpin oleh Abdullah Maute yang berbasis di Lanao del Sur.
Maute disalahkan untuk serangkaian pemboman dan perampokan di Filipina selatan, termasuk ledakan pada 2 September di Kota Davao yang menewaskan 15 dan melukai 70 lainnya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU