
Jakarta – Penyerangan bersenjata kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini, terjadi di Ohio State University dimana seorang mahasiswa keturunan Somalia, menabrak mobilnya ke kerumunan dan menyerang para mahasiswa dengan pisau daging. Akibat dari penyerangan ini 11 orang mengalami luka-luka.
Kepolisian negara bagian AS utara mengatakan pelaku diindenfikasi sebagai Abdul Razak Ali Artan berhasil dilumpuhkan dan bertindak sendirian. Motif penyerangan kini sedang diselidiki.
"Kami tidak tahu apa-apa, apakah ada hubungannya dengan komunitas masyarakat Somalia atau tidak. Kita tidak memiliki bukti " kata Presiden Ohio State Michael Drake Drake Agence France-Presse (AFP), Selasa, (29/11/2016)..
Penyerangan ini berlangsung hanya beberapa menit, dari mobil yang meluncur ke kerumunan sampai tersangka ditembak mati. Atas aksi penyerangan ini mahasiswa/I panic dan beberapa bersembunyi di kamar mandi sebelum keadaan dinyatakan aman .
Pihak kepolisian mengatakan 11 orang dirawat di rumah sakit setempat karena menderita luka tusuk dan luka-luka, namun tidak satupun dari cedera mereka mengancam nyawa.
Media AS melaporkan bahwa Artan adalah keturunan Somalia, namun pihak berwenang tidak memberikan mengkonfirmasinya. Mereka hanya mengatakan tersangka lahir pada tahun 1998.
Mahasiswa OSU dengan nama yang sama telah diprofilkan di koran kampus The Lantern, untuk sebuah artikel di mana ia berbicara tentang kurangnya ruang doa untuk kaum Muslim di kampus.
Artan kepada koran itu mengatakan dia tidak nyaman dengan berdoa di kampus. "Jika orang-orang melihat saya, seorang Muslim berdoa, saya tidak tahu apa yang mereka akan berpikir, apa yang akan terjadi," katanya.
Serangan terjadi hari Senin pada pukul 10:00 (1500 GMT), ketika penyerang keluar dari mobilnya dan menghunus pisau besar. "Kami bisa mengatakan bahwa tersangka berada di mobil sendiri," kata Craig Stone, Kepala polisi di universitas.
Alarm kebakaran, yang diyakini tidak terkait, telah menyebabkan siswa dan staf mengevakuasi bangunan sebelum serangan. "(Penyerang) keluar kendaraan, dan menggunakan pisau daging untuk memulai menyerang pejalan kaki," kata Stone.
"Petugas kami berada di lokasi dalam waktu kurang dari satu menit dan mengakhiri situasi ini kurang dari satu menit. " tambahnya. Tim SWAT datang dan menyebar di seluruh fasilitas dan FBI juga di tempat kejadian menyisir bangunan untuk mencari tersangka tambahan.
Serangan ini terjadi dua bulan setelah seorang imigran Somalia menikam 10 orang di sebuah mall di Minnesota, sebelum ditembak oleh seorang polisi yang sedang tidak bertugas. Penyerang yang bernama Dahir Ahmed Adan, digambarkan sebagai seorang "radikal" dan ISIS mengklaim serangan itu sebagai hasil dari kerja tentara ISIS.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU