Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Kelompok Militan Menyebar di China Daratan

Internasional
30 Nov 2016
Kelompok Militan Menyebar di China Daratan

 

Jakarta- Kelompok militan saat ini sudah menyebar di dataran China, dimulai dari Xinjiang, wilayah yang lama diduga pemerintah sebagai pangkalan pasukan separatis Islam, kata pejabat senior urusan agama negara itu.

 

China mengaku tengah menghadapi ancaman serius dari kelompok garis keras di Xinjiang, wilayah yang berbatasan dengan sejumlah negara Asia Tengah, Afghanistan, dan Pakistan.

 

Sebagian besar penduduknya adalah kelompok minoritas muslim Uighur.

 

Ratusan orang tewas dalam beberapa tahun terakhir akibat kerusuhan. Pemerintah menduga insiden itu disebabkan oleh kelompok militan.

 

Alhasil, otoritas terkait pun mengawasi ketat aktivitas agama di wilayah itu demi memberantas radikalisme dan menjaga stabilitas.

 

Pikiran fanatik kini telah menyusup penduduk di "dataran China", kata Wang Zuoan, kepala Badan Administrasi Agama Negara dalam Kongres Nasional Asosiasi Muslim China.

 

Koran itu tidak memberi keterangan tambahan terkait proses penyebaran ajaran keras berikut provinsi yang terdampak. Namun Wang mengatakan petugas urusan agama China mesti menjadi "garda depan" melawan pengaruh pegaris keras, serta "mengubah" mereka yang sudah terpengaruh, tulis koran itu.

 

"Kita mesti memberi tahu umat muslim bahwa ada aktivitas agama yang legal dan tidak, sehingga nantinya mereka dapat menghindari kegiatan ilegal," katanya ke asosiasi muslim, Sabtu.

 

China mesti "mengawasi sekte Menhuan", ujar Wang merujuk ke aliran sufistik islam di China seperti dikutip laman Badan Administrasi Agama Negara.

 

Penduduk muslim China berjumlah 21 juta jiwa, diantaranya termasuk etnis Uighur.

 

Kelompok muslim lain, Hui juga tersebar di China, khususnya daerah Ningxia, China Barat dan Yunnan, China Barat Daya.

 

Presiden Xi Jinping mendesak umat muslim China untuk melawan "pengaruh" agama ilegal.

 

Kerusuhan yang dianggap pemerintah dilakukan pegaris keras ikut menyebar di luar Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir.

 

Seseorang dilaporkan melakukan penusukan di stasiun kereta Kunming, Yunnan Maret 2014, menewaskan lebih dari 30 jiwa.

 

Pegiat hak asasi manusia mengatakan kerusuhan di Xinjiang merupakan puncak kemarahan atas kekerasan fisik dipicu konflik etnis, tekanan terhadap ekonomi dan aktivitas keagamaan yang dialami masyarakat Uighur - suku berbahasa Turki.

 

Beijing berulang kali menyangkal telah mendiskriminasi agama para minoritas di Xinjiang atau wilayah lainnya.

 

Terlepas dari kemunculan banyak aliran kepercayaan, pejabat China yang atheis membuat batasan dengan hanya mengakui agama tertentu.

 

Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X