Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

PBB: Konflik Afghanistan, Setengah Juta Orang Kehilangan Rumah dan Jadi Pengungsi

Internasional
02 Dec 2016
 PBB: Konflik Afghanistan, Setengah Juta Orang Kehilangan Rumah dan Jadi Pengungsi

 

 

New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan lebih dari setengah juta orang di Afganistan kehilangan rumah dan menjadi pengungsi. Jumlah ini terjadi selama 2016 dan merupakan jumlah terbanyak.Angka pengungsian ini cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun."Jumlah itu merupakan kecenderungan yang mengkhawatirkan mengenai peningkatan dari tahun-ketahun orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri akibat konflik," kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq di Markas Besar PBB, New York, seperti dilansir dari Xin Hua, Jumat (2/112/2016).Farhan menekankan jumlah pengungsi di dalam negeri untuk tahun ini merupakan yang terbanyak dibandingkan sebelumnya. Bahkan, angka untuk tahun ini lebih banyak empat kali dibandingkan seperti tahun 2013."Tahun ini, orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka empat kali lebih banyak dibandingkan tahun 2013 di Afghanistan," tuturnya. Koordinator Kemanusiaan PBB di Afganistan Mark Bowden menyampaikan keprihatinan bahwa jumlah paling banyak bukan hanya memperlihatkan jumlah YANG  menjadi pengungsi di dalam negeri. Namun, juga krisis jangka panjang yaitu makin banyak keluarga di Afghanistan menghadapi pengusiran berkepanjangan.Situasi bertambah buruk dan fanatisme yang merebak memaksa rakyat Afghanistan meninggalkan rumahnya dan pergi ke tempat yang lebih aman.Dalam laporan yang dikutip dari Xin Hua bahwa lebih dari 1,1 juta warga Afghanistan telah terusir dari rumahnya akibat konflik sejak 2001. Kemudian, lebih dari 323.000 orangterdaftar sebagai orang yang kehilangan tempat tinggal dalam 10 bulan 2016.Ribuan orang Afghanistan telah kehilangan tempat tinggalnya setelah peningkatan serangan Taliban terhadap kepentingan pemerintah di Provinsi Kunduz Utara, Helmand Selatan dan Farah Barat selama satu bulan belakangan. Demikian laporan yang ditulis Xin Hua.  (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X