
Jakarta - Jumlah korban tewas akibat kebakaran di sebuah gudang California di mana pesta rave digelar mencapai 33 orang.
"Ketika kami memulai penyelidikan ini, jumlah korban sampai saat ini mencapai 33 orang." kata Sersan Ray Kelly dari Departemen Alameda County Sheriff dilansir Agence France-Presse (AFP), Senin, (5/12/2016). "Saya tidak tahu berapa banyak orang yang tersisa di sana. Kami tidak tahu berapa banyak orang berada di bangunan yang malam itu .”
Jenazah ditemukan tersebar di seluruh gudang. "Kami menemukan jenazah di seluruh ruangan persegi," kata Kelly. "Ini sangat acak. Kami menemukan korban di mana kita tidak mengharapkannya."
Delapan korban telah diidentifikasi berdasarkan sidik jari sejauh ini. Beberapa berasal dari Eropa dan Asia dan pihak berwenang Oakland telah bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri untuk menghubungi kantor perwakilan.
Pihak berwenang pada hari Minggu meminta kerabat yang hilang untuk mengidentifikasi korban dengan barang-barang seperti sisir dan sikat gigi untuk sampel DNA. "Kami akan meminta mereka," kata Kapten Melanie Ditzenberger dari Departemen Koroner.
(Baca juga: Sembilan Tewas Akibat Kebakaran di California)
Kebakaran di Oakland, dekat San Francisco ini pecah sekitar pukul 11:30 pm (0730 GMT Sabtu) di gudang di mana seniman dan mahasiswa bekerja dan tinggal, meskipun struktur itu tidak diizinkan digunakan untuk hal ini. Pesta musik dansa yang diperkirakan dihadiri 50 dan 100 juga berlangsung tanpa izin.
Meskipun penyebab kobaran api masih dalam penyelidikan, Walikota Oakland Libby Schaaf mengatakan jaksa telah membuka penyelidikan kriminal sebagai tindakan pencegahan.
"Anda harus memahami bahwa ruang lingkup tragedi ini adalah luar biasa," katanya. "Kami memiliki banyak saksi untuk wawancara. Kami sedang dalam proses melakukan hal itu."
Sementara itu, Kepala Pemadam Kebakaran Oakland Teresa Deloach Reed mengatakan interior gudang seperti labirin-yang diisi dengan furniture, koleksi dan lainnya.
Gambar yang dipublikasikan secara online menunjukkan karya seni, piano dan benda-benda kayu di seluruh bangunan, yang membantu api semakin membesar meskipun petugas pemadam kebakaran datang dalam tiga menit. Petugas pemadam kebakaran juga mengatakan bangunan tampaknya tidak memiliki alat penyiram atau detektor asap.
Kebakaran ini adalah insiden paling mematikan di Oakland sejak Gempa bumi Loma Prieta 1989 di California utara yang menewaskan 63 orang. Dan salah satu insiden maut, selain kebakaran yang terjadi pada tahun 2003, ketika efek piroteknik di panggung band rock Great White “membakar” klub malam Rhode Island dan menewaskan 100 orang.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU