
Jakarta – Serangan udara yang diduga dilancarkan Rusia telah menewaskan sedikitnya 46 orang di Kafr Nabel, Idlib, barat laut Suriah, demikian pernyataan Observatorium untuk Hak Asasi Manusia di Suriah.
Seorang saksi mata mengatakan pesawat tempur menyerang beberapa tempat di kota, termasuk pasar. Observatorium yang berbasis di Inggris itu juga mengatakan 18 orang juga tewas dalam serangan yang diduga dilakukan Rusia di kota Maaret al-Numan.
Monitor melaporkan dua kematian tambahan, satu dalam serangan sebelumnya pada Maaret al-Numan dan satu lagi di Al-Naqir, juga di Idlib. Dikatakan enam warga sipil, empat dari mereka adalah anak-anak tewas dalam serangan bom di kota Al-Tamanah di provinsi yang sama.
Pemerintah Suriah melancarkan serangan sengit untuk merebut kembali semua kota Aleppo, dan sejauh ini telah menguasai lebih dari 60 persen dari wilayah timur yang jatuh ke pemberontak pada 2012.
Rusia, sekutu setia pemerintah Presiden Bashar al-Assad, mulai melakukan intervensi militer dalam mendukung Damaskus September 2015. Moskow mengatakan serangan itu menargetkan "teroris" dan telah menolak laporan dari korban sipil dalam serangan tersebut.
Setelah negosiasi panjang dengan Rusia, Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata minimal tujuh hari di Aleppo dan akses kemanusiaan ke penduduk yang terperangkap di pertempuran. Masih belum jelas apakah Moskow akan menggunakan hak vetonya di Dewan setelah gencatan senjata.
Media pemerintah dan kementerian pertahanan Rusia, dilansir AFP, Senin, (5/12/2016), di Aleppo timur pasukan pemerintah mengambil tiga wilayah. Tentara dan pasukan sekutu hampir tiga minggu melakukan operasi merebut kembali semua kota, yang dibagi antara pasukan rezim dan pemberontak sejak 2012.
Televisi negara mengatakan pada hari Minggu tentara telah menguasai distrik Karm al-Tahan dan Myessar dan maju ke wilayah Qadi Askar. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukan rezim juga telah mengambil distrik Karm al-Katurji.
Pasukan pemberontak semakin di bawah tekanan di distrik tenggara.
Kantor berita negara SANA mengatakan angkatan udara menjatuhkan selebaran di daerah yang dikuasai pemberontak dan mendesak militan untuk meninggalkan senjata mereka dan warga sipi, orang sakit dan terluka untuk meninggalkan". Damaskus mengatakan pemberontak mencegah warga sipil meninggalkan wilayah timur dan mencoba menggunakannya sebagai perisai manusia.
Tetapi puluhan ribu warga telah melarikan diri dari timur dengan beberapa menuju selatan ke sisa wilayah pemberontak dan lain-lainnya ke wilayah yang berada di bawah pemerintah atau kontrol Kurdi.
Setidaknya 311 warga sipil, termasuk 42 anak-anak telah tewas di Aleppo timur sejak serangan pemerintah dimulai.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU