
Jakarta - Kematian pemimpin revolusioner Kuba Fidel Castro dinilai salah satu kritikusnya yang paling menonjol sebagai awal perubahan ekonomi dan politik yang besar terhadap sistem komunis satu partai, kemungkinan dalam waktu empat tahun.
Jose Daniel Ferrer, pemimpin kelompok pembangkang terbesar di negara tersebut yaitu Persatuan Patriotik Kuba (Patriotic Union of Cuba/UNPACU) mengatakan tidak mengharapkan pemerintahan Komunis runtuh dengan cepat akan tetapi perubahan tersebut pasti akan terjadi.
"Kami akan memiliki lebih banyak pengekangan dalam jangka pendek," kata Ferrer yang memprediksi Presiden Raul Castro akan memperketat kontrol pemerintah dalam rangka mencegah tuntutan reformasi politik setelah kematian kakaknya Fidel pada 25 November lalu.
"Tapi dalam jangka menengah, rezim akan terus melemah, dan orang-orang akan menjadi lebih berani memprotes kekurangan dan kebutuhan yang kami alami setiap hari. Di tengah masa-mas ini, akan tiba akhir dari sistem," kata Ferrer.
Dia berbicara di markas besarnya yang terletak di puncak bukit yang ada di kota bagiab tenggara, Santiago de Cuba, sesaat sebelum abu Castro tiba di sana untuk dimakamkan pada Minggu.
(Baca juga: Antara Yang Berduka Dan Gembira Atas Meninggalnya Castro)
Santiago merupakan tempat kelahiran revolusi yang membawa Castro berkuasa pada tahun 1959 dan sebagian besar masih setia karena mereka menyediakan kesehatan dan pendidikan untuk populasi dengan konsentrasi besar Afro-Kuba yang sebelumnya telah menderita diskriminasi.
Tempat itu juga juga rumah bagi UNPACU.
Rumah dua lantai Ferrer di distrik Altamira, Santiago, ramai dengan aktivitas dalam beberapa hari terakhir, dipadati oleh anggota UNPACU yang mengunduh siaran berita asing dan memeriksa keberadaan rekan-rekannya yang dilaporkan telah ditahan menjelang pemakaman Fidel.
Fidel Castro memimpin Kuba selama hampir setengah abad sebelum jatuh sakit pada tahun 2006 dan menyerahkan kekuasaan kepada adiknya Raul.
Sejak itu, Raul Castro telah memperkenalkan reformasi gaya pasar yang memungkinkan kehadiran perusahaan swasta dan menyetujui penurunan ketegangan dengan Amerika Serikat, memicu ledakan sektor pariwisata.
Akan tetapi, upah rendah, kenaikan harga dan kesempatan terbatas dalam perekonomian yang masih didominasi oleh negara telah membuat banyak warga Kuba "lapar" untuk reformasi lebih cepat.
Raul Castro telah memungkinkan warga Kuba mengakses internet yang terbatas dan melepaskan puluhan tahanan politik dengan payung kesepakatan dengan Amerika Serikat dan Gereja Katolik Roma, tetapi di lain pihak hanya sedikit yang dilakukan untuk meringankan cengkraman Partai Komunis pada kekuasaan.
Castro yang berusia 85 tahun dan akan pensiun pada 2018, memimpin puluhan ribu orang dalam pembuatan janji pada Sabtu (3/12) malam di Santiago untuk mempertahankan sistem sosialis yang ia dibangun dengan saudaranya.
Kegiatan Rahasia Beberapa pembangkang lainnya juga mengatakan hal yang sama dengan memperkirakan akan ada kontrol yang lebih ketat dalam jangka pendek, akan tetapi meramalkan pembukaan ekonomi dan politik selama beberapa tahun ke depan.
Ferrer mengucapkan selamat pada Presiden AS terpilih Donald Trump yang menggambarkan Fidel Castro sebagai "diktator brutal" namun mengatakan akan buruk jika Trump membatalkan tindakan Presiden Barack Obama yang meningkatkan hubungan AS dengan Kuba.
Pemerintah Komunis Kuba menuduh para pembangkang tersebut menjadi tentara bayaran Amerika Serikat dan secara rutin menahan para aktivis untuk periode singkat atas berbagai tuduhan seperti gangguan. Bagaimanapun hukuman penjara yang lama, telah jarang dalam beberapa tahun terakhir.
Kebanyakan masyarakat Kuba melihat para pimpinan pembangkang dengan skeptis bahkan jika mereka ingin melihat lebih banyak reformasi.
Ferrer (46) mengatakan dana miliknya sebagian besar berasal dari warga Kuba-Amerika, termasuk dari saudaranya. Dia membantah pembiayaan pemerintah AS secara langsung.
Ferrer yang merupakan seorang mantan nelayan adalah salah satu dari 75 orang yang ditangkap dalam "penumpasan" pada tahun 2003 yang dikenal sebagai "Black Spring" Kuba, dan ia menghabiskan delapan tahun di penjara sampai dia dibebaskan dalam kesepakatan yang disepakati pemerintah dengan Gereja Katolik pada tahun 2011.
Dia kemudian membentuk UNPACU yang dengan cepat menjadi kelompok oposisi yang paling berani di Kuba, menggelar unjuk rasa anti-pemerintah ketika hanya sedikit yang berani.
Para pemimpin UNPACU mengatakan mereka telah menciptakan ruang untuk perbedaan pendapat di Altamira, di mana kelompok ini bahkan menjalankan kios yang menjual makanan bersubsidi.
Mereka terus mempublikasikan bahan-bahan anti pemerintah tapi Ferrer mengatakan jumlah gerakan tersebut turun sekitar 50 persen dalam tiga tahun terakhir menjadi sekitar 3.000 orang karena pelecehan dan penahanan yang membuat keanggotaan menjadi pengalaman yang melelahkan.
Di negara yang hanya memiliki 5,6 persen rumah terakses ke internet, UNPACU setiap minggu mendistribusikan 1.000 sampai 1.500 DVD video musik pembangkang dan pesan-pesan politik, bersama dengan berbagai berita dan dokumenter.
"Ini adalah senjata utama kami," kata Ferrer sambil mengacungkan DVD.
Ferrer mengatakan sekitar 70 persen dari anggota kelompok berada di Kuba timur yang dikenal sebagai tempat kelahiran dari perubahan politik sejak perang kemerdekaan dari Spanyol hingga revolusi Castro.
"Memberontak kemarin, ramah hari ini, heroik selamanya," adalah slogan resmi Santiago.
Ferrer mengaku menggunakan metode tidak lazim di awal, untuk meyakinkan warga Kuba agar mengeluh ke ranah publik.
"Kami akan menempatkan tiga atau empat aktivis di sudut jalan, berbicara tentang berita hari ini, seperti sepak bola Piala Dunia," katanya.
"Akhirnya para aktivis akan membawa percakapan ke topik yang mereka inginkan yaitu orang-orang menyampaikan pendapat, dan pada saat itu, dua yang lain akan datang dengan kamera. Kami menyadari jika itu adalah sekelompok orang, tidak ada yang lebih baik daripada menyertakan seorang jurnalis perempuan cantik," ujar dia.
Kelompok ini juga menggabungkan kegiatan dengan bantuan perbaikan rumah dan menyediakan makanan bersubsidi atau gratis bagi lansia dan orang sakit di tempat-tempat gagalnya program pemerintah dijalankan, katanya.
"Kami harus membuat mereka mempercayai kami dulu," katanya.
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU