
Jakarta - Bana Alabed, gadis cilik tujuh tahun asal Suriah yang nge-tweet dalam bahasa Inggris dengan bantuan ibunya telah menjadi fokus dunia pada hari Senin. Dalam tweet-nya Dia meminta doa dan mengucapkan selamat tinggal.
Tweets terbaru pada akunnya mengatakan, ”Under attack. Nowhere to go, every minute feels like death. Pray for us. Goodbye - Fatemah."
Kebanyakan tweet menunjukkan rincian dari kehidupan di kota yang dilanda perang, menggunakan foto, video atau periskop. Media di seluruh dunia menaruh fokus perhatian ke akunnya. Tidak ada verifikasi tentang tweet telah dilaporkan.
Ibu Bana menciptakan akun twitter untuk putrinya pada akhir September tahun ini untuk berbagi hidup mereka di Aleppo kepada dunia. Akun gadis cilik ini memiliki lebih dari 160.000 pengikut
Banyak yang menyatakan keprihatinan tentang keselamatan dirinya.
Dilansir BBC, Selasa, (6/12/2016), dia dan ibunya, Fatemah, yang sering tweet atas namanya berada di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Fatemah kata putrinya ingin "dunia mendengar suara kami". Keluarga ini diyakini tinggal di wilayah yang dikuasai pemberontak di timur Aleppo.
Tentara Suriah menguasai lebih dari 60 persen wilayah yang dikuasai pemberontak di timur Aleppo dengan lebih dari 30.000 warga sipil melarikan diri ke wilayah yang dikuasai pemerintah.
Tentara Suriah mengatakan akan melakukan operasi sampai semua daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo timur direbut kembali.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU