
Jakarta - Perdana Menteri Shinzo Abe akan menghormati korban perang tetapi tidak akan meminta maaf saat mengunjungi Pearl Harbor bulan ini.
Langkah ini mengikuti perjalanan bersejarah Barack Obama ke Hiroshima, sebagai presiden pertama yang datang ke sana , di mana ia berbicara tentang penderitaan korban tetapi tidak meminta maaf saat Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Abe memberikan rasa hormat kepada mereka yang meninggal karena terkejut oleh serangan Jepang di pangkalan angkatan laut AS di Hawaii tahun 1941, yang memicu Perang Dunia II di Pasifik.
"Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menghormati orang yang tewas karena perang, tidak meminta maaf," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dilansir kantor berita Reuters, Selasa, (6/12/2016).
"Kunjungan itu akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada generasi mendatang tekad kita untuk tidak mengulangi kengerian dan penderitaan perang serta kesempatan untuk menampilkan rekonsiliasi antara Jepang dan Amerika Serikat," tambahnya.
Abe akan berada di di Pearl Harbor, Hawaii pada tanggal 26 dan 27 untuk melakukan pembicaraan dengan Obama. Tahun ini menandai ulang tahun ke-75 dari perisitiwa mematikan 7 Desember 1941. Dimana ketika itu terjadi serangan terhadap pangkalan angkatan laut AS yang menewaskan sekitar 2.400 orang Amerika. Perang berakhir pada bulan Agustus 1945 setelah AS menjatuhkan dua bom atom di Jepang.
Kunjungan Abe ke Pearl Harbor dilakukan disaat Jepang sedang membangun hubungan baru dengan Presiden terpilih Donald Trump, yang akan menggantikan Barack Obama bulan depan.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU