
Jakarta - Tentara Suriah telah menghentikan serangan di Aleppo untuk memungkinkan warga sipil yang terperangkap dievakuasi setelah pasukan pemberontak terpojok.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov setelah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di kota Hamburg, Jerman mengatakan, "Saya dapat memberitahu Anda bahwa operasi tempur tentara Suriah telah dihentikan di Aleppo Timur karena ada operasi besar untuk mengevakuasi warga sipil”.
Di Washington, juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan pengumuman Lavrov adalah indikasi sesuatu yang positif bisa terjadi.
Sementara itu, Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mengatakan setelah Lavrov berbicara bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang hampir enam tahun harus segera dilanjutkan. "Sekarang adalah waktu untuk melihat secara serius pada pembaharuan kemungkinan diskusi politik". katanya.
Majelis Umum dengan rancangan resolusinya menuntut gencatan senjata segera dilakukan dan juga akses untuk bantuan kemanusiaan. Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan Lavrov dan Kerry sepakat untuk melanjutkan diskusi tentang membangun kerangka kerja untuk gencatan senjata.
Moskow adalah sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad yang melancarkan serangan udara dalam mendukung pasukannya tahun lalu, sementara Washington dan negara-negara Barat lainnya telah mendukung pasukan pemberontak.
Assad mengatakan kemenangan bagi pasukannya akan menjadi titik balik dalam perang lima tahun Suriah. Tiga minggu melakukan serangan besar merebut kembali semua Aleppo, pasukan pemerintah telah menguasai sekitar 85 persen wilayah di timur kota Aleppo.
AFP melaporkan daerah yang masih dikuasai pemberontak menghadapi pemboman intens pada Kamis sebelum pengumuman Lavrov. Terpojok di wilayah tenggara Aleppo ini, para pemberontak telah meminta gencatan senjata lima hari.
Dan PBB kembali menuntut agar gencatan senjata segera di Aleppo sekaligus memperingatkan bahwa sebanyak 500 anak yang sakit dan terluka sangat dibutuhkan untuk dievakuasi. "Harus ada jeda," kata Jan Egeland, Kepala Satuan Tugas Kemanusiaan yang didukung PBB untuk Suriah.
"Pada saat ini, orang-orang yang ... mencoba melarikan diri terjebak dalam baku tembak, mereka terjebak (dan) risiko terkena penembak jitu."
Dalam wawancara dengan harian Al-Watan, Assad memprediksi kemenangan bagi pasukannya di Aleppo, meskipun ia mengakui bahwa tidak akan mengakhiri konflik di negara itu seluruhnya.
"Memang benar bahwa Aleppo akan menjadi kemenangan bagi kami," kata Assad. "Mari kita bersikap realistis, itu tidak akan berarti akhir dari perang di Suriah," katanya. "Tapi itu akan menjadi langkah besar menuju tujuan ini."
Pemberontak menguasai sebagian besar Aleppo pada tahun 2012 dan membagi wilayah Suriah. Selama bertahun-tahun Aleppo adalah medan pertempuran kunci dan kubu penting pemberontak, tetapi pasukan Assad baru-baru ini membuat dorongan untuk merebut kembali kota.
Pemerintah Assad mengatakan gencatan senjata hanya mungkin setelah penarikan penuh pemberontak dan pejuang oposisi telah menolak setiap pembicaraan untuk meninggalkan Aleppo.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU