
Jakarta - Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan teroris di ibukota Mesir, Kairo, yang menewaskan sedikitnya 25 orang dan menekankan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut harus bertanggung jawab.
"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional," kata pernyataan sebagaimana dikutip Xinhua, Senin, (12/12/2016).
Sebelumnya pada hari Minggu, sebuah bom meledak di dalam gereja di kawasan Abassiya Kairo yang penuh jamaah dan menewaskan 25 orang tewas, melukai 49 lainnya.
Laporan berita lokal mengatakan dalam inspeksi awal mengungkapkan bahwa ledakan itu disebabkan oleh 12-kilogram bom TNT. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan sejauh ini. Namun, ada indikasi kelompok ISIS berafiliasi dengan Ansar Bayt al-Maqdis (ABM) yang beroperasi di provinsi Sinai Utara bertanggung jawab atas serangan ini.
Para anggota dewan menyatakan simpati terdalam mereka dan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Mesir.
Sementara itu, Dewan Keamanan juga mengutuk serangan teroris yang terjadi di Giza, Mesir pada Jumat, di mana enam polisi Mesir tewas dan sejumlah warga sipil terluka
"Para anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya membawa pelaku, penyelenggara, pemodal dan sponsor dari tindakan-tindakan tercela terorisme ke pengadilan dan mendesak semua negara, sesuai dengan kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan yang relevan, untuk bekerja sama secara aktif dengan Pemerintah Mesir dan semua otoritas terkait lainnya dalam hal ini, "kata pernyataan itu.
"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa setiap tindakan terorisme kriminal dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasi mereka, di mana pun, kapan pun dan oleh siapapun dilakukan”.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU