
Jakarta - Kementerian Dalam Negeri Mesir menuduh para pemimpin Ikhwanul Muslimin yang melarikan diri ke Qatar atas peranannya memberikan pelatihan dan pembiayaan pelaku serangan bom di Turki.
"Penyelidikan mengungkapkan bahwa seorang pria bernama Mohab Moustafa el Sayed Qassim, mengadopsi pengalaman Sayyed Qotb, menerima dukungan keuangan dan logistik dan instruksi untuk melatih dan melaksanakan serangan," kata kementerian itu sebagaimana dilansir, Xinhua, Rabu, (13/12/2016).
Pernyataan itu menambahkan bahwa Qassim melakukan perjalanan tahun 2015 ke Qatar dan menghubungi sejumlah pemimpin Ikhwanul Muslimin melarikan diri dan membantunya dengan dukungan keuangan dan logistik untuk mengacaukan negara dan memicu hasutan sektarian.
Namun Ikhwanul Muslimin membantah keterlibatan apapun dengan ledakan yang terjadi di gereja tersebnut.
Kementerian dalam negeri mengatakan penyelidikan menunjukkan Mahmoud Shafiq, yang dilatih oleh Qassim setelah kembali dari Qatar adalah pelaku bom bunuh diri. Kementerian menambahkan Shafiq telah ditangkap pada tahun 2014. Ia dilepaskan pada Mei tahun yang sama.
Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengatakan empat tersangka telah ditangkap, termasuk seorang wanita, karena dituduh terlibat dalam serangan itu, sementara dua lagi tersangka sedang dikejar.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU