
Jakarta - Warga sipil dan pejuang pemberontak mulai mengevakuasi diri dari wilayah Aleppo di bawah kesepakatan yang akan mengakhiri perlawanan dari oposisi.
Rusia dan Turki pada Selasa menegaskan perjanjian ini jika diterapkan akan menandai kemenangan besar bagi Presiden Bashar al-Assad atas kekuatan oposisi yang bangkit melawan dia pada tahun 2011.
Utusan Rusia di PBB Vitaly Churkin mengatakan militer pemerintah Suriah telah menghentikan operasinya di bawah perjanjian tersebut dan menambahkan pertempuran di sekitar Aleppo timur telah berakhir.
Perjanjian tersebut datang di tengah meningkatnya kemarahan global atas laporan dari kekejaman, termasuk puluhan eksekusi. Pejabat dari beberapa kelompok pemberontak dikutip AFP, Rabu, (14/12/2016), mengatakan kesepakatan itu memungkinkan warga sipil dan pejuang meninggalkan Aleppo.
"Kesepakatan telah tercapai," kata Yasser al-Youssef dari kantor politik kelompok pemberontak utama Nureddin al-Zinki. "Tahap pertama evakuasi warga sipil dalam hitungan jam, setelah pejuang meninggalkan senjata ringan mereka."
Dewan Keamanan PBB yang bertemu di sidang darurat membahas Aleppo, Churkin mengatakan "Memang ada pengaturan dicapai atas dasar bahwa para pejuang akan meninggalkan kota.". Turki mengatakan di bawah perjanjian ini, warga sipil akan dievakuasi kemudian diikuti oleh penarikan kelompok pemberontak.
Washington mengatakan belum berkonsultasi tetapi akan menyambut setiap pengaturan yang membawa keselamatan kepada orang-orang di Aleppo. Dubes AS Samantha Power mengatakan kepada Dewan Keamanan ingin pengamat internasional di Aleppo mengawasi evakuasi. Dia menaruh keprihatinan bagi "orang-orang yang ingin pergi ditembak di jalan atau diangkut ke salah satu gulag Assad."
Agence France-Presse (AFP) melaporkan di Aleppo barat tidak ada suara dari pertempuran atau pemboman sejak sekitar 3:00 (1300 GMT) dan Observatorium untuk hak asasi manusia di Suriah juga mengatakan keadaan dalam kondisi tenang.
Setelah berminggu-minggu pertempuran sengit, pasukan yang setia kepada Assad berada di ambang kemenangan dengan menguasai wilayah kota. Tentara pemerintah Suriah telah mengambil lebih dari 90 persen dari wilayah yang pernah dikuasai pemberontak di Aleppo timur.
Aleppo yang pernah menjadi pusat budaya dan ekonomi di utara Suriah telah dibagi antara timur yang dikuasai pemberontak dan pemerintah yang menguasai barat sejak 2012.
Tidak jelas berapa banyak warga sipil tetap berada di wilayah pemberontak, setelah sekitar 130.000 melarikan diri ke bagian lain dari Aleppo. Jan Egeland, Kepala Satuan Tugas Kemanusiaan yang didukung PBB mengatakan ribuan warga sipil membutuhkan evakuasi dan perjalanan yang aman, termasuk ratusan yang terluka. "Kita perlu jeda dalam pertempuran, tetapi kita juga perlu membantu warga sipil untuk evakuasi," katanya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU