
Jakarta - Menara Eiffel di Paris menjadi gelap sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Aleppo.
Lampu dari Ikon terkenal di dunia ini dimatikan pada Rabu, pukul 20:00 waktu setempat. Walikota Anne Hidalgo mengatakan pemadaman ini sebagai simbol untuk memanggil masyarakat internasional agar bertindak.
Pada hari Kamis, konvoi kemanusiaan medis yang disewa oleh Union of Medical Care and Relief Organizations (UOSSM) akan berangkat dari Paris ke Aleppo. UOSSM diciptakan oleh dokter Franco di Suriah pada tahun 2012 pada awal perang sipil Suriah untuk membantu penduduk yang terkena dampak konflik.
Sejak bertemu dengan Brita Hagi Hasan Walikota Aleppo di Paris pada tanggal 5 Desember, Hidalgo telah membantu meningkatkan kesadaran orang-orang atas kondisi di Aleppo. Dia mengirim surat yang dikirim kepada Paus dan memintanya campur tangan dalam mendukung solusi damai di Suriah.
Sementara itu, warga sipil Suriah telah mengirimkan pesan putus asa untuk seluruh dunia dan memohon untuk diselamatkan.
"Bagi mereka yang masih memiliki rasa kemanusiaan, silahkan menyelamatkan kita," kata Mohammed Abu Jaafar, Kepala Otoritas Forensik Timur Aleppo dikutip telegraph.co,uk, Kamis, (15/12/2016). "Masyarakat internasional telah mengejek kami, Rusia telah mengejek kami, Iran telah mengejek kami."
Ketika bom mulai dijatuhkan lagi, mereka tidak punya tempat untuk lari. "Mereka terluka dan mati tergeletak di tanah, tidak ada mobil atau apa pun untuk membantu menyelamatkan mereka. Kami mohon, kami mohon, kami mohon kepada Anda. "
Menara Eiffel sendiri telah digunakan sebelumnya untuk mengungkapkan solidaritas dengan negara-negara lainnya. Pada bulan Juni, menara ini menyala dalam warna pelangi setelah pembantaian yang terjadi di Pulse klub malam di Orlando. Hal yang sama juga dilakukan, setelah serangan Brussels pada bulan Maret dan pernah menjadi gelap pada bulan Januari untuk menghormati para korban serangan teroris di Paris.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU