
Jakarta - Lebih dari 400.000 anak-anak beresiko menderita kelaparan di Yaman, dengan hampir 2,2 juta-nya membutuhkan perawatan mendesak. Demikian menurut organisasi PBB untuk hak-hak anak dan kaum muda (UNICEF).
Angka-angka baru ini menunjukkan bahwa kelaparan di kalangan anak-anak telah mencapai angka tinggi, dengan 462.000 yang menderita gizi buruk yang mana terjadi peningkatan drastis sejak tahun 2014.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin lalu UNICEF mengatakan sedikitnya satu anak meninggal setiap 10 menit karena kekurangan gizi, diare dan infeksi saluran pernafasan.
Keadaan kesehatan anak-anak di negara termiskin di Timur Tengah tidak pernah menjadi bencana seperti ini" kata Meritxell Relano, perwakilan UNICEF dilansir dari laman Aljazeera, Kamis, (15/12/2016). "Malnutrisi di Yaman adalah tinggi dan meningkat."
Malnutrisi akut merupakan penyebab utama kematian anak-anak di bawah usia lima tahun, dan jelas ketika seorang anak memiliki berat badan yang sangat rendah untuk tinggi badan mereka akan tampak lemah.
Saada yang menjadi wilayah yang paling berat terkena serangan bomn di Yaman, memiliki tingkat stunting tertinggi di dunia. Stunting adalah kondisi di mana anak memiliki ukuran tubuh pendek untuk usia mereka. Hal ini merupakan tanda lain dari kekurangan gizi kronis dan memiliki konsekuensi bagi kesehatan fisik dan fungsi kognitif.
Negara di semenanjung Arab ini telah terkoyak oleh konflik sejak 2014, ketika pejuang Iran-sekutu Houthi, bekerjasama dengan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, kuasai hamparan besar dari negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa.
Koalisi yang dibentuk oleh Arab Saudi meluncurkan kampanye udara terhadap para pejuang pada Maret 2015. Sejak itu, lebih dari 10.000 orang telah tewas dan jutaan diusir dari rumah mereka. Konflik ini juga telah mempengaruhi sistem kesehatan warga sipil di Yaman.
Kelompok kemanusiaan telah berjuang untuk mengirimkan bantuan ke sebagian besar Yaman yang mana Doctos Without Borders (MSF) menyebut situasi disana "sangat menantang". Beberapa fasilitas medis pun telah rusak oleh serangan militer.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU