Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Amnesty Tuduh Militer Myanmar Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Internasional
19 Dec 2016
Amnesty Tuduh Militer Myanmar Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

 

Jakarta - Amnesty International mengatakan tindakan yang dilakukan militer Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

 

Laporan terbaru kelompok hak asasi ini menuduh pasukan Myanmar melakukan pembunuhan terhadap warga sipil, pemerkosaan, penyiksaan dan penjarahan. Namun militer Myanmar membantah melakukan kekejaman dan mengatakan sedang melakukan razia anti-teroris di Rakhine.

 

Laporan kekerasan di negara bagian Rakhine dimulai pada Oktober, setelah militer melancarkan operasi anti-pemberontakan. Operasi dimulai setelah polisi perbatasan diserang oleh kelompok militan.

 

Pada bulan November seorang pejabat PBB mengatakan Myanmar telah melakukan "pembersihan etnis" dari Rohingya, sedangkan Human Rights Watch telah menerbitkan gambar satelit dari desa yang diratakan.

 

Dilansir BBC, Senin, (19/12/2016), Amnesty mewawancarai 35 korban dan 20 orang lain yang terlibat dalam upaya kemanusiaan dan pelaporan di Myanmar.Dan menggambarkan sebuah "bencana kemanusiaan" dengan pembunuhan acak, penangkapan sewenang-wenang dan penahanan, pemerkosaan, penyiksaan, penjarahan, dan perusakan properti termasuk pembakaran 1.200 rumah dan bangunan lainnya seperti sekolah dan masjid.

 

Amnesty mengatakan tindakan militer adalah bagian dari serangan yang meluas dan sistematis terhadap penduduk Rohingya di utara negara bagian Rakhine dan karena itu mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

 

Tidak jelas berapa banyak warga sipil telah tewas dalam konflik terbaru karena pemerintah membatasi wartawan dan pekerja bantuan dari mengakses daerah tersebut. Amnesty memperkirakan setidaknya 27.000 Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak Oktober.

 

Pemerintah Myanmar telah membentuk tim investigasi sendiri dan juga mengundang Komisi Penasehat yang  diketuai oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan untuk melihat solusi jangka panjang untuk masalah Rakhine. Suu Kyi membela penanganan masalah yang dilakukan pemerintah dan menuduh masyarakat internasional memicu kebencian.

 

Anggota komunitas Muslim Rohingya secara luas dianggap sebagai imigran ilegal di Myanmar, dan telah mengalami penganiayaan selama beberapa dekade di tengah memanasnya ketegangan etnis 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X