
Jakarta - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Senin, mengutuk penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov di ibu kota Turki, Ankara. Ban menyebut aksi penembakan ini sebagai tindakan terror yang tidak masuk akal.
Sebelumnya pada Senin, Karlov, yang menjabat sebagai Duta Besar Rusia untuk Turki sejak 2013, ditembak mati oleh seorang pria bersenjata ketika ia berbicara pada pembukaan pameran seni di Ankara.
"Sekretaris Jenderal terkejut dengan tindakan terror yang tidak masuk akal ini dan menekankan bahwa tidak ada pembenaran untuk penargetan personil diplomatik dan warga sipil," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Ban dilansir Xinhua, Selasa, (20/12/2016).
"Sekretaris Jenderal mengikuti perkembangan situasi dan jika ada orang lain yang terluka dalam serangan agar cepat sembuh," tambahnya.
Penembakan itu datang satu hari sebelum Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu ke Moskow untuk melakukan pembicaraan tentang Suriah dengan rekan-rekan Rusia dan Iran.
Menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Presiden Rusia Vladimir Putin telah diberitahu tentang serangan ini dan berencana konsultasi dengan kementerian luar negeri dan keamanan negara.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU