
Jakarta - Empat polisi Yordania tewas dalam bentrokan dengan militan di selatan Karak pada Selasa waktu setempat.
Polisi dua hari sebelumnya terlibat dalam baku tembak dengan empat orang bersenjata yang bersembunyi di sebuah kastil Tentara Salib di Karak. Pasukan keamanan kemudian meluncurkan perburuan untuk melacak jaringan pendukung para militan
(Baca juga:Serangan Bersenjata di Yordania Tewaskan 10 Orang)
Juru bicara pemerintah Mohamad Momani seperti dikutip kantor berita Reuters, Rabu, (21/12/2016), mengatakan pasukan keamanan mengepung rumah di wilayah selatan Karak di mana orang-orang bersenjata yang terkait dengan empat militan berada disana.
"Kita berbicara tentang sejumlah serangan yang sedang dilakukan oleh pasukan keamanan di semua bagian dari kerajaan, tidak hanya di Karak," kata Momani.
Dia menambahkan dalam pengepungan itu setidaknya satu pria bersenjata tewas bersama dengan empat orang polisi. Sedikitnya 11 orang, sebagian besar personel keamanan juga terluka.
Terkait dengan penembakan di kastil, para pejabat Yordania belum secara terbuka menegaskan apakah empat orang bersenjata adalah militan yang terkait dengan ISIS. Tetapi mereka mengatakan adanya senjata, amunisi dan beberapa sabuk bom bunuh diri ditemukan di tempat persembunyian di sebuah rumah kota gurun Qatranah, 30 km (20 mil) timur laut dari Karak.
Sumber-sumber keamanan mengatakan keempat pria bersenjata itu semua warga negara Yordania. Para pejabat itu khawatir tentang l radikal Islam yang berkembang di Yordania. Menteri Dalam Negeri Salamah Hamad mengatakan pada hari Senin, berdasarkan jumlah bahan peledak dan senjata berpikir bahwa target itu tidak hanya Kastil Karak saja.
Yordan telah terpengaruh oleh pemberontakan, perang saudara dan militansi Islam yang telah menyapu Timur Tengah sejak 2011. Namun, di antara negara-negara Arab beberapa yang telah mengambil bagian dalam kampanye militer yang dipimpin AS terhadap militan ISIS di wilayah Suriah dan Irak. Banyak warga Yordania menentang dan mengatakan hal ini menyebabkan pembunuhan sesama muslim sekaligus memperbesarkan ancaman keamanan dalam negeri Yordania.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU