
Amerika Serikat - AS harus meningkatkan besar-besaran kemampuan nuklirnya, demikian tutur Presiden terpilih AS Donald Trump.
Trump membuat pernyataan di Twitter sehari setelah bertemu dengan pejabat Pentagon termasuk Laksamana James Syring, yang mengepalai Badan Pertahanan Rudal dan tak lama setelah Putin menyerukan Rusia untuk memperkuat kemampuan nuklirnya sendiri.
"The United States must greatly strengthen and expand its nuclear capability until such time as the world comes to its senses regarding nukes," Trump tweeted.
Dalam seruannya Putin menyatakan, "Rusia perlu memperkuat potensi militer kekuatan nuklir strategis”. Fokus Rusia harus pada kompleks rudal yang dipercaya bisa menembus sistem pertahanan rudal apapun yang ada dan prospektif.
Seorang penasihat top Trump mencoba untuk melunakkan dampak tweet dan mengatakan presiden tidak berusaha untuk mengubah posisi Amerika Serikat pada masalah keamanan global.
"Apa yang dia katakan adalah dia (Trump) ingin kita siap untuk mempertahankan diri dan dia tidak membuat kebijakan baru," kata Kellyanne Conway dalam sebuah wawancara dengan MSNBC, dilansir Agence France-Presse (AFP) Jumat, (23/12/2016)
"Saya pikir semua presiden terpilih katakan adalah kita harus bisa menjaga diri kita aman dan ketika orang lain berhenti membangun senjata nuklir mereka, maka kita akan merasa lebih aman dalam hal itu," jelasnya.
Amerika Serikat saat ini memiliki gudang yang diperkirakan memuat sekitar 7.000 hulu ledak nuklir. Sedangkan Rusia hanya memiliki beberapa ratus lebih.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU