
Amerika Serikat - PBB memperkirakan ribuan orang masih berada di Aleppo timur disaat evakuasi yang dikawal Bulan Sabit Merah Suriah (SARC) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di kota Suriah utara berlangsung.
"Sementara operasi sedang berlangsung, evakuasi tersebut diyakini berada di tahap akhir," kata Farhan Haq, juru bicara wakil PBB sebagaimana dilansir Xinhua, Jumat, (23/12/2016). "Namun PBB memperkirakan ribuan lainnya tetap berada di kantong-kantong Aleppo timur."
Sejak Rabu malam, pemantau PBB di pos pemeriksaan pemerintah di Ramouseh Aleppo, mengamati ribuan orang berangkat dari Aleppo Timur terutama dengan kendaraan pribadi yang berjuang di tengah badai salju dan suhu di bawah nol.
Secara keseluruhan, ICRC memperkirakan lebih dari 34.000 orang telah dievakuasi dari wilayah yang terkepung di Aleppo timur sejak 15 Desember.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 21 Desember, 435 warga yang terluka dan sakit telah dievakuasi, di antaranya 95 pasien dalam kondisi kritis telah dipindahkan ke Turki dan yang lain dipindahkan ke rumah sakit di Idlib dan di Aleppo Barat.
"Perlindungan terhadap warga sipil yang meninggalkan daerah-daerah tersebut tetap menjadi perhatian terbesar," katanya. "Proses evakuasi adalah trauma, dengan kerumunan dan orang-orang yang rentan terkena suhu di bawah nol."
"Semua warga sipil yang tersisa harus aman meninggalkan wilayahnya," katanya. "Akses ke orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan juga sangat dibutuhkan."
Evakuasi adalah bagian dari kesepakatan baru-baru ini antara Rusia dan Turki dimana termasuk juga evakuasi warga sipil dari kota Syiah Kafraya dan Foa, yang dikepung oleh para pemberontak di provinsi barat laut Idlib.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU