
Mosul - Sebanyak 97 militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tewas dalam bentrokan hebat dengan pasukan keamanan dan serangan udara yang dilancarkan pesawat koalisi pimpinan AS di kota Mosul, Irak.
Para prajurit dari Divisi lapis baja kesembilan menghadapi serangan dari puluhan militan ISIS dan bom mobil bunuh diri di wilayah yang baru saja dibebaskan di al-Intisar, al-Shaima dan al-Salam di tenggara Mosul. Dalam bentrokan tersebut 51 militan tewas dan menghancurkan empat bom mobil bunuh diri, bersama dengan tiga kendaraan yang membawa para militan.
Dilaporkan Xinhua, Senin, (26/12/2016), Serangan ISIS lain juga terjadi pada di sebelah selatan Mosul dan menewaskan 21 gerilyawan dan menghancurkan dua bom mobil bunuh diri.
Juga pada hari Minggu, berdasarkan laporan intelijen sebuah pesawat tempur koalisi melakukan serangan udara pada bangunan di wilayah al-Wahda, di mana diyakini banyak militan ISIS bersembunyi di dalam untuk mempersiapkan serangan terhadap pasukan keamanan
Pasukan Irak terus melakukan operasi militer di wilayah yang dibebaskan di sisi timur Mosul.
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi dalam sebuah laporan terbaru menyebutkan 103.872 pria, wanita, dan anak-anak telah meninggalkan rumah mereka di Mosul dan distrik yang berdekatan sejak awal serangan militer pada bulan Oktober untuk merebut kembali kubu terbesar ISIS di Mosul, Irak.
Jumlah pengungsi di dan dekat Mosul meningkat setiap hari. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada 17 Oktober mengumumkan serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di negara itu. Sejak itu, pasukan keamanan Irak yang didukung oleh pasukan koalisi internasional telah beringsut ke pinggiran timur Mosul dan membuat kemajuan pada rute lain di sekitar kota. Mosul telah berada di bawah kendali ISIS sejak Juni 2014.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU